Kenaikan suku bunga acuan The Fed berpotensi membuat Bank Indonesia (BI) lebih cepat menyesuaikan suku bunga acuannya. Kondisi ini menjadi perhatian bagi industri pembiayaan, termasuk kredit kendaraan bermotor. Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, kombinasi kenaikan suku bunga The Fed dan inflasi yang mulai meningkat dapat membuat respons BI lebih cepat. Ilustrasi suku bunga, bunga kredit. Media Asing Soroti Kenaikan Suku Bunga di Indonesia di Tengah Melemahnya Rupiah “Kali ini melihat gabungan faktor Fed rate dan inflasi yang mulai naik karena bencana di berbagai daerah, respon BI bisa lebih cepat menyesuaikan suku bunga acuan,” kata Bhima kepada Kompas.com, dikutip Senin (21/9/2026). Menurut dia, kondisi tersebut dapat membuat jeda antara kenaikan suku bunga The Fed dan penyesuaian suku bunga BI menjadi lebih pendek. Gedung bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed). The Fed Naikkan Bunga 25 Bps Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 15-16 September 2026, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4 persen. Kebijakan tersebut merupakan kenaikan pertama sejak 2023. Sementara itu, BI terakhir mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen pada RDG 18-19 Agustus 2026. Sebelumnya, BI menaikkan suku bunga dari 4,75 persen pada awal tahun menjadi 5,25 persen pada Mei dan 5,50 persen pada Juni, sebelum kembali naik menjadi 5,75 persen. Ilustrasi kredit kendaraan bermotor, kredit mobil. Bunga Kredit Kendaraan Jadi Perhatian Bagi pasar otomotif, perubahan suku bunga menjadi penting karena pembelian kendaraan banyak menggunakan skema pembiayaan. Jika suku bunga domestik dan biaya pendanaan perusahaan pembiayaan meningkat, bunga kredit kendaraan berpotensi ikut menyesuaikan. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, dampak kebijakan The Fed terhadap kredit kendaraan akan sangat bergantung pada respons BI. Ilustrasi showroom Nasmoco Ring Road Solo “Tentunya yang akan menjadi perhatian kita adalah, dengan kenaikan suku bunga The Fed ini dampaknya pasti kita tunggu reaksi BI, Bank Indonesia seperti apa,” ujar Suwandi kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Suwandi, terdapat kemungkinan BI ikut menyesuaikan suku bunga acuannya. Namun, industri pembiayaan masih menunggu keputusan BI sebelum menghitung dampaknya terhadap sektor pembiayaan. “Apakah BI rate akan dinaikkan? Asumsinya sih pasti kemungkinan akan mengikuti ya, tapi kita jangan mendahului. Kita tunggu dulu,” kata dia.