Komunitas motor RoRI Pergerakan komunitas motor di Indonesia mulai menunjukkan arah baru yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa. Sejumlah agenda besar kini justru digelar di luar wilayah tersebut, menandai adanya pergeseran pusat aktivitas otomotif berbasis komunitas. Fenomena ini terlihat dari penyelenggaraan Rock N Ride Vol. 8 yang untuk pertama kalinya digelar oleh komunitas pengguna motor Royal Enfield, yakni Royal Riders Indonesia, di Sulawesi Selatan. Kawasan Malino dipilih sebagai lokasi utama dengan lanskap alam terbuka yang memberikan pengalaman berbeda dibanding kota besar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pemilihan Sulawesi menjadi penanda bahwa sebaran komunitas kini semakin luas dan tidak lagi terpusat di wilayah barat Indonesia. Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan komunitas motor telah menjangkau berbagai daerah dengan karakter yang beragam.Lokasi kegiatan tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga bagian dari strategi memperluas jangkauan organisasi. Dengan menyasar wilayah timur Indonesia, interaksi antaranggota menjadi lebih merata dan memperkuat konektivitas nasional.Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai provinsi, mencerminkan semakin kuatnya jaringan komunitas lintas wilayah. Kehadiran chapter dan sub chapter dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa komunitas berkembang secara organik.President RoRI, Harry Prasth, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda rutin. “Kami ingin memastikan bahwa komunitas ini bergerak dalam satu arah dan memiliki dampak nyata secara nasional,” ujarnya, dikutip dari keterangan resmi Kamis 23 April 2026.Menurutnya, konsolidasi menjadi hal penting agar komunitas tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga memiliki arah yang jelas. Hal ini dinilai menjadi fondasi dalam membangun kekuatan komunitas di tingkat nasional. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Selain itu, pendekatan yang dihadirkan juga tidak hanya berfokus pada aktivitas berkendara semata. Rangkaian acara dikemas dengan sentuhan budaya lokal yang memperkuat identitas daerah.Founder RoRI, Bastian Hasan, menilai perkembangan ini sebagai bagian dari perjalanan panjang komunitas. “RoRI dibangun dari kecil hingga menjadi besar, dan kini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dijaga dan dikembangkan,” katanya.