Menyambut libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus pada periode 14-17 Mei 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan seluruh layanan preservasi siaga 24 jam. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan, kesiapsiagaan ini merupakan komitmen dalam menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna jalan tol, terutama di tengah kondisi cuaca yang dinamis dan curah hujan tinggi yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Selain itu, kesiapan infrastruktur jalan tol juga merupakan prioritas utama yang dilakukan dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mendukung kelancaran perjalanan pengguna jalan tol. “Melalui pendekatan preservasi yang proaktif dan responsif selama 24 jam, kami berkomitmen menjaga kondisi jalan agar tetap optimal. Kesiapan infrastruktur jalan tol menjadi fokus utama kami untuk mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Rivan, dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026). Perbaikan jalan tol Rivan mengatakan, potensi kerusakan permukaan infrastruktur jalan tol rentan meningkat karena curah hujan tinggi serta kombinasi beban lalu lintas kendaraan berat, terutama muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL). Kondisi tersebut menjadi tantangan, dan Jasa Marga melakukan percepatan program preservasi secara berkelanjutan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga peningkatan kualitas jalan di seluruh ruas operasional. Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Jasa Marga juga mengedepankan preservasi yang bersifat preventif, yaitu pemeliharaan yang dilakukan sebelum terjadi kerusakan signifikan dengan tujuan memperpanjang usia pakai jalan dan mencegah munculnya lubang (pothole) sejak dini. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi perkerasan jalan secara berkala, perbaikan retak halus agar air tidak meresap ke lapisan bawah, hingga penguatan struktur jalan pada titik-titik yang sering dilalui beban kendaraan berat. Ilustrasi pengerjaan dan pemeliharaan jalan tol Tim preservasi 24 jam untuk memantau kondisi perkerasan jalan tol dengan penanganan yang tepat dan cepat juga telah disiapkan. Berikutnya, dalam mendukung percepatan deteksi kerusakan, perseroan memanfaatkan dukungan teknologi digital seperti Hawkeye Smart Inspection Car untuk memetakan kondisi jalan secara presisi. Data dari sistem tersebut, ditambah pantauan dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dan inspeksi petugas patroli di lapangan, serta laporan aduan pelanggan via Aplikasi Travoy, memungkinkan tim preservasi melakukan tindakan segera. “Menjelang periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, kami semakin meningkatkan standar respons cepat dengan penanganan lubang ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari 24 jam setelah terdeteksi oleh sistem maupun laporan pengguna jalan," kata Rivan. Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek Kesiagaan 24 jam juga mencakup pemantauan titik rawan genangan air. Jasa Marga melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase serta kolam tampungan air/long storage secara intensif di sejumlah lokasi KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang