Constant Velocity Joint (CV joint) atau as roda adalah komponen penting pada sistem penggerak roda yang berfungsi menyalurkan tenaga mesin ke roda dengan sudut fleksibel. Jika CV joint lepas, mobil bisa kehilangan tenaga penggerak dan berisiko mengalami kecelakaan serius. Imun, pemilik bengkel Spesialis Ford Trucuk Klaten mengatakan salah satu penyebab utama CV joint lepas adalah baut pengikat atau mur as roda yang kendur. “Baut besar as roda kencur biasanya terjadi akibat pemasangan yang tidak sesuai standar torsi atau tidak adanya pengunci tambahan, namun bisa juga CV Joint terlepas di bagian rumahnya,” ucap Imun kepada KOMPAS.com, Sabtu (31/1/2026). Keausan CV joint juga menjadi faktor besar. Komponen internal seperti bola dan rumah joint yang aus tidak mampu lagi menahan gaya puntir, sehingga sambungan mudah terlepas saat mobil digunakan. Keausan bermula dari karet boot CV joint yang sobek, hal ini sering dianggap sepele, padahal sangat berbahaya. Sobeknya boot menyebabkan gemuk keluar dan kotoran masuk, mempercepat keausan hingga rusak total. Ilustrasi as roda mobil “Boot as roda yang sobek harusnya segera diganti agar pelumasan optimal dan mencegah terjadinya keausan dalam skala besar,” ucap Imun. Selain itu, kondisi jalan yang buruk, seperti sering menghantam lubang, polisi tidur, atau jalan rusak, memberikan beban kejut berlebih pada CV joint. Benturan berulang dapat melemahkan sambungan as roda. Sudut kerja CV joint yang ekstrem juga memicu masalah. Hal ini sering terjadi pada mobil dengan suspensi dimodifikasi terlalu ceper atau terlalu tinggi sehingga sudut as roda berada di luar batas aman. Ilustrasi as roda mobil “Fleksibilitas CV joint mencakup saat roda naik turun karena jalan tak rata, roda naik as roda akan memendek, sementara saat roda menjauh dari bodi as roda memanjang, ini sudah diukur oleh pabrikan,” ucap Imun. Kesalahan pemasangan setelah servis juga menjadi penyebab yang cukup sering terjadi. CV joint bisa tidak masuk sempurna ke diferensial atau snap ring tidak mengunci dengan benar, meskipun secara visual terlihat terpasang. Penggunaan komponen berkualitas rendah atau suku cadang palsu membuat risiko CV joint lepas semakin besar. Material yang lemah dan presisi buruk tidak mampu menahan beban puntir dalam jangka panjang. “Beban berlebih dan gaya mengemudi agresif, seperti membawa muatan berat, akselerasi mendadak, setir belok ekstrim dengan kecepatan tinggi, dapat mempercepat kerusakan CV joint dan as roda,” ucap Imun. Sebelum CV joint lepas total, biasanya muncul tanda seperti bunyi ketukan berulang seiring putaran roda saat belok, getaran saat akselerasi, dan gemuk tercecer di pelek. Deteksi dini dan perawatan rutin sangat penting untuk mencegah kerusakan fatal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang