Era elektrifikasi dan tuntutan efisiensi mendorong perubahan besar pada rancang bangun mesin kendaraan masa kini, yang kini dibuat lebih presisi dan ramah lingkungan. Perubahan karakteristik mesin ini secara otomatis menuntut penyesuaian formulasi pelumas agar tetap mampu menahan beban kerja serta memberikan perlindungan yang optimal. Merespons kebutuhan teknis tersebut, PTT Lubricants memperkenalkan landasan teknologi pelumas terbarunya yang diberi nama Evotec Technology. Pengembangan teknologi pelumas ini dititikberatkan pada tiga pilar fungsional (3E) untuk menyesuaikan dengan kendaraan modern. Pilar pertama adalah Efficiency, yang berupaya mengoptimalkan konsumsi bahan bakar lewat pengurangan gesekan internal komponen mesin. Selanjutnya adalah Endurance, untuk menjaga durabilitas proteksi pada suhu dan beban kerja tinggi, serta Environment yang bertujuan menekan emisi sejalan dengan efisiensi mesin yang dihasilkan. Hannes Chang, Direktur PT Sumber Suwarna Unisindo, distributor resmi PTT Lubricants di Indonesia, mengatakan, perkembangan teknologi kendaraan yang cepat menuntut oli untuk terus beradaptasi. Oli mesin kendaraan modern PTT Lubricants "Evotec dikembangkan bukan sekadar sebagai formula tunggal, melainkan landasan teknologi pelumas PTT agar tetap relevan dengan beragam karakteristik kendaraan modern, mulai dari mesin konvensional (bensin/diesel), hybrid, hingga elektrifikasi," ujar Chang, dalam keterangan resminya, belum lama ini. Sebagai pembuktian teknis, PTT Lubricants merilis data pengujian industri yang diterapkan pada produk PTT Performa Super Synthetic 0W-30. Pengujian ini menggunakan metode Sequence untuk mengukur parameter kinerja pelumas secara presisi terhadap batas standar performa minimum. "Melalui pengujian berbasis metode Sequence pada PTT Performa Super Synthetic 0W-30 berteknologi Evotec, kami membuktikan bahwa efisiensi bahan bakar dapat meningkat hingga 11% berdasarkan uji Sequence VI," kata Chang. "Selain itu, tingkat keausan komponen timing chain dan cam wear berhasil dikurangi masing-masing hingga 20% dan 15%, serta memberikan perlindungan hingga 60% lebih baik terhadap risiko Low-Speed Pre-Ignition (LSPI)," ujar Ardho, Technical Support PTT Lubricants Indonesia. Berdasarkan data uji standar tersebut, parameter kebersihan mesin juga menunjukkan angka 4 persen untuk piston cleanliness (melalui uji Sequence III) dan 3 persen untuk sludge protection (uji Sequence V). Sementara itu, pada aspek lingkungan, efisiensi dari teknologi ini tercatat mampu membantu mereduksi gas buang CO2.