- Saat ini harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Singapura mengerikan. Dilaporkan mencetak rekok harga tertingginya yang sebelumnya tercatat saat krisis Ukraina pada 2022. Kenaikan ini terjadi di tengah gejolak pasokan minyak global setelah konflik Iran yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari 2026. Dampak konflik tersebut mulai terasa di SPBU Singapura hanya dalam hitungan hari. Menurut laporan The Straits Times, dikutip (17/3/26), butuh sekitar tiga hari setelah perang diluncurkan pada 28 Februari sebelum dampaknya merembet ke harga BBM di Singapura. Gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah disebut menjadi pemicu utama kenaikan harga. Situasi semakin diperparah oleh ketidakpastian terkait jalur distribusi minyak global setelah Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz, jalur laut strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Singapura sendiri mengimpor seluruh kebutuhan minyak mentahnya, dengan sebagian besar berasal dari Timur Tengah. Hingga kini belum jelas apakah jalur alternatif untuk pengiriman minyak telah tersedia. Kenaikan harga BBM terlihat nyata pada pertengahan Maret 2026.