Mobil nasional Iran, IKCO Reera Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mencapai puncaknya pada awal Maret 2026 ini melalui saling serang rudal secara terbuka. Eskalasi besar-besaran ini tidak hanya mengguncang peta geopolitik, tetapi juga menyoroti bagaimana Iran menjaga ekonomi domestiknya agar tetap bergerak. Di balik gemuruh perang, industri otomotif Iran tetap berdiri sebagai simbol kemandirian teknologi yang sangat luar biasa. Sektor ini menjadi pilar ekonomi kedua bagi Teheran setelah minyak dan gas bumi yang terus ditekan sanksi. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Pemerintah Iran telah lama mempersiapkan diri menghadapi isolasi ekonomi dengan membangun kemandirian produksi komponen kendaraan. Mereka mampu memproduksi suku cadang secara mandiri hingga lebih dari 80 persen untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.Dua raksasa utama, Iran Khodro (IKCO) dan SAIPA, tetap memproduksi jutaan kendaraan setiap tahun meski berada di bawah bayang-bayang konflik. Kedua perusahaan ini menjadi tulang punggung transportasi masyarakat Iran dengan harga yang tetap terjangkau.Dari penelusuran VIVA Otomotif Senin 2 Maret 2026, IKCO dikenal luas melalui model sedan nasional seperti Tara dan Dena yang memiliki ketangguhan mesin luar biasa. Di sisi lain, SAIPA menguasai pasar mobil ekonomis lewat seri Saina yang sangat populer di kalangan kelas menengah.Menariknya, industri ini tetap mampu mencatatkan angka produksi di atas satu juta unit per tahun hingga memasuki tahun 2026. Hal ini menempatkan Iran sebagai salah satu produsen otomotif terbesar di kawasan Timur Tengah dan Asia.Sanksi Barat justru memaksa para insinyur lokal untuk berinovasi dan melakukan alih teknologi secara mandiri. Hasilnya, mobil-mobil buatan Iran dikenal memiliki durabilitas tinggi untuk menghadapi iklim ekstrim di wilayah gurun. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Saat ini, Iran juga mulai melirik pasar ekspor ke negara-negara yang tidak terpengaruh oleh tekanan politik Amerika Serikat. Produk mereka mulai membanjiri jalanan di Rusia, Venezuela, hingga beberapa negara di Asia Tengah.Tidak hanya mesin konvensional, Iran kini juga mulai memperkenalkan prototipe mobil listrik nasional bernama Reera EV. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan polusi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di masa depan.