Vinfast VF6 Kebijakan ini berlaku untuk seluruh lini kendaraan VinFast yaitu mulai VF 3, VF 5, VF e34, VF 6, hingga VF 7 dengan harga awal kendaraan mulai Rp156 juta dan biaya langganan bulanan mulai Rp253 ribu. Skema ini membuat harga mobil listrik menjadi jauh lebih terjangkau dibandingkan pembelian konvensional yang mencakup baterai penuh. Akses Lebih Luas untuk Masyarakat Selama ini, harga baterai menjadi komponen paling mahal dalam mobil listrik, bahkan bisa mencapai 40 persen dari total biaya kendaraan. Dengan sistem langganan, konsumen hanya membayar biaya berulang setiap bulan, sementara harga mobil di muka menjadi lebih rendah.Pendekatan ini membuka peluang kepemilikan mobil listrik bagi masyarakat menengah yang selama ini terhalang harga tinggi. Misalnya, model VF e34 kini bisa dimiliki dengan harga Rp299 juta, hemat hingga Rp112 juta dari harga penuh, dengan biaya langganan baterai Rp593 ribu per bulan. Jaminan Kinerja Baterai Seumur HidupSelain harga, kekhawatiran soal ketahanan baterai sering menjadi penghalang utama bagi calon pengguna mobil listrik. VinFast menegaskan bahwa dalam skema langganan ini, perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap performa baterai — mulai dari perawatan, perbaikan, hingga penggantian bila kapasitas pengisian turun di bawah 70 persen.“Filosofi customer-centric mendorong kami untuk terus menghadirkan kebijakan yang relevan dan memberikan manfaat nyata bagi konsumen di Indonesia sepanjang perjalanan kepemilikan kendaraan mereka,” ujar Kariyanto Hardjosoemarto, CEO VinFast Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima. Ia mengklaim sebagai pelopor model langganan baterai di pasar ini, perusahaannya ingin menyediakan solusi finansial yang lebih fleksibel.“Sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami dalam mendukung transisi menuju kendaraan ramah lingkungan,” tutur dia.Dampak Sosial dan EkonomiModel berlangganan ini berpotensi mengubah cara pandang masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan. Alih-alih membeli seluruh komponen mahal di awal, konsumen dapat memilih untuk membayar sesuai penggunaan, mirip pola layanan digital seperti streaming atau internet. Halaman Selanjutnya Selain itu, strategi ini juga diyakini dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia, karena menurunkan hambatan biaya awal dan kekhawatiran terhadap nilai jual kembali.