Pertumbuhan kendaraan listrik dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) membawa perubahan terhadap kebutuhan ban. Salah satu tantangan utama berasal dari bobot kendaraan yang cenderung lebih berat akibat penggunaan baterai. CEO Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno, mengatakan, karakter kendaraan listrik membuat produsen ban perlu menyesuaikan struktur dan teknologi produknya. "Terkait EV ini, termasuk kan Bridgestone, kita ada di China juga, EV ini suka enggak suka memang load index dari kendaraannya memang lebih berat," ujar Mukiat, kepada Kompas.com, saat ditemui di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Perubahan tersebut salah satunya berkaitan dengan load index atau kemampuan ban dalam menopang beban kendaraan. Karena bobot kendaraan listrik lebih tinggi, konstruksi ban harus disesuaikan. Bridgestone Potenza Adrenalin RE005, Thailand "Jadi, salah satu yang paling utamanya tentunya dari segi compound maupun struktur ban tersebut memang beda. Salah satunya bisa kita katakan sidewall-nya itu harus lebih kuat, karena kalau enggak, kena bobot kendaraannya itu bisa pecah," kata Mukiat. Penguatan sidewall menjadi salah satu penyesuaian penting. Selain menahan beban yang lebih besar, ban kendaraan listrik juga menghadapi tantangan lain, yaitu tingkat kebisingan. Mobil listrik memiliki suara penggerak yang jauh lebih senyap dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal. Akibatnya, suara yang berasal dari ban dapat menjadi lebih mudah terdengar oleh penumpang. "Kedua, juga dari segi noise, karena kalau mobil EV kan kalau kita sadarkan lebih sunyi suaranya, hampir enggak ada," ujarnya. Test drive BMW i7 Untuk mengatasi masalah tersebut, ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik dapat menggunakan material peredam suara berupa sponge. "Jadi, tentunya walaupun ban yang bisa untuk EV, tapi kalau enggak khusus EV, berarti dia enggak ada sponge-nya," kata Mukiat. Material tersebut berfungsi untuk meredam suara yang masuk ke kabin dan meningkatkan kenyamanan berkendara. "Sebenarnya, fungsinya sponge apa? Sebenarnya, lebih meredam noise saja. Jadi, kalau kita bilang lebih ke kenyamanan kita. Kalau tanpa sponge saya sudah cobain juga, kita kayak naik mobil biasa cuma suaranya lebih lebih jelas," ujar Mukiat. Dengan perkembangan kendaraan listrik, teknologi ban tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan menahan beban. Struktur ban, kompon, pengendalian noise, serta kenyamanan juga menjadi bagian dari pengembangan produk untuk menyesuaikan karakter kendaraan elektrifikasi.