Bus Antar Lintas Sumatera (PO ALS) memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh perusahaan otobus lain pada umumnya. Selain kelir hijau dan barang bawaan di atas atap, setiap armada ALS memiliki nomor seri yang tertera pada pintu penumpang depan dan belakang. Nomor pintu ini bukan sekadar urutan armada, melainkan identitas kepemilikan. Bus baru PO ALS pakai bodi Legacy SR3 Neo HD Prime Ultimate R Sejarahnya, PO ALS merupakan perusahaan yang terdiri dari banyak pemilik yang masih berada dalam satu ikatan keluarga besar. Adanya nomor pintu berfungsi sebagai penanda unit tersebut milik siapa di dalam manajemen keluarga tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah armada, sistem penomoran ini mulai acak atau random. Sewan Delrizal Lubis, generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO ALS, menjelaskan, penomoran pintu saat ini sudah sangat berkembang mengikuti jumlah unit yang terus bertambah. “Masih ada (nomor pintu), tapi ya sudah random juga kalau soal nomor pintu. Karena unitnya kan pada tambah, kalau dulu masih sedikit jadi nomor pintu jadi tanda kepemilikan,” ucap Sewan kepada Kompas.com, Jumat (8/5/2026). Sewan menjelaskan bahwa pada awalnya, satu keluarga mungkin hanya memegang satu nomor ujung tertentu. Misalnya, angka ujung 9 digunakan untuk keluarga Nursewan, mencakup nomor 19, 119, hingga 219. Namun, karena bisnis diteruskan oleh anak dan cucu, serta adanya penambahan trayek sejak awal berdiri, variasi nomor pun semakin beragam. Bus PO ALS “Sekarang sudah makin tambah-tambah ya, sudah banyak, random saja. Pemiliknya banyak, enggak mungkin dia pakai nomor itu-itu saja. Trayek juga kan banyak tambah sejak awal berdiri, makanya penomoran ya sudah macam-macam,” kata Sewan. Sebagai contoh, keluarga Sewan kini tidak hanya memegang nomor dengan ujung 9, tetapi juga memiliki unit dengan nomor pintu ujung 20, 63, dan 86. Cara membacanya tetap sama, angka di depan merupakan nomor urut unit untuk membedakan satu bus dengan bus lainnya, sementara satu atau dua angka di ujung merupakan kode identitas sang pemilik. Meskipun terlihat acak bagi orang awam, bagi internal keluarga besar PO ALS, nomor-nomor ini tetap menjadi identitas di tengah ribuan kilometer jalur yang dijelajahi armada "Si Raja Jalanan" ini. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang