Kekhawatiran mengenai degradasi baterai masih menjadi salah satu alasan sebagian konsumen ragu untuk beralih ke mobil listrik. Namun, penurunan kapasitas baterai sebenarnya bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Hal ini merupakan proses alami yang terjadi pada semua jenis baterai, termasuk yang digunakan pada kendaraan listrik. Product Planning and Strategy GAC Aion Indonesia, Iqbal Taufiqurrahman, mengatakan bahwa degradasi adalah sifat dasar dari baterai, terlepas dari merek maupun tipe kendaraan yang menggunakannya. “Prinsipnya semua baterai pasti mengalami penurunan kapasitas seiring pemakaian. Siklus pengecasan dan pelepasan daya yang berulang akan membuat kapasitasnya perlahan berkurang. Bedanya, teknologi yang dipakai menentukan seberapa lambat proses degradasi itu terjadi,” kata Iqbal kepada Kompas.com, Minggu (30/11/2025). Baterai mobil listrik Xpeng X9 Iqbal menjelaskan bahwa industri baterai saat ini sudah berkembang cukup jauh. Berbagai teknologi seperti Battery Management System (BMS), sistem pendinginan, hingga komposisi kimia baterai terbaru membuat proses degradasi dapat diperlambat secara signifikan. Menurutnya, mobil listrik generasi baru umumnya hanya mengalami penurunan kapasitas sekitar 1–2 persen per tahun, angka yang dinilai sangat kecil untuk penggunaan harian. Selain faktor teknologi, pola penggunaan juga berperan besar. Kebiasaan seperti terlalu sering melakukan fast charging, membiarkan baterai benar-benar habis, atau mengecas hingga penuh setiap saat dapat mempercepat penurunan kapasitas. “Yang penting pola pemakaian diperhatikan. Kalau dipakai normal, dicas sesuai kebutuhan, dan tidak terlalu sering fast charging, baterai bisa bertahan lama,” ujar Iqbal. Ia menambahkan bahwa sebagian besar pabrikan kini memberi garansi panjang, rata-rata delapan tahun atau 160.000 kilometer. Hal ini menjadi indikator bahwa manufaktur cukup percaya diri dengan ketahanan baterai yang mereka gunakan. Dengan pemahaman yang benar, Iqbal berharap mitos-mitos soal baterai EV bisa berkurang sehingga konsumen semakin yakin untuk beralih ke kendaraan listrik. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang