Kecepatan menjadi salah satu faktor yang cukup sering berkaitan dengan kecelakaan, terutama ketika pengemudi belum mampu menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi di sekitarnya. Pada pengemudi muda, persoalan kecepatan tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan membawa kendaraan terlalu kencang. Faktor usia dan kematangan dalam mengambil keputusan juga turut memengaruhi. Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin sedikit waktu yang tersedia bagi pengemudi untuk bereaksi ketika menghadapi situasi yang tidak terduga. "Kecepatan cukup sering menjadi salah satu faktor kecelakaan karena semakin tinggi kecepatan, waktu kita untuk bereaksi semakin sedikit," kata Agus kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2026). Menurut dia, kondisi tersebut menjadi semakin berisiko ketika tiba-tiba muncul kendaraan lain, orang menyeberang, atau terjadi perubahan kondisi jalan. "Jadi ketika tiba-tiba ada kendaraan, orang menyeberang, atau kondisi jalan berubah, ruang untuk melakukan antisipasi juga semakin kecil," ujar Agus. Ilustrasi tabrakan. Kecepatan Tinggi Bikin Waktu Antisipasi Makin Sempit Agus menilai, keselamatan berkendara bukan hanya soal menghindari kecepatan tinggi. Pengemudi juga perlu memahami kapan harus mengurangi laju kendaraan sesuai dengan situasi jalan. Sebab, batas kecepatan yang aman tidak selalu sama untuk setiap kondisi. "Yang penting bukan hanya soal jangan ngebut, tapi bisa menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan," kata Agus. Misalnya, ketika kondisi jalan ramai, banyak persimpangan, terdapat pejalan kaki, atau jarak pandang terbatas, pengemudi seharusnya memberikan ruang lebih besar untuk melakukan antisipasi. Dengan kecepatan yang lebih rendah, pengemudi memiliki waktu lebih banyak untuk mengenali potensi bahaya dan mengambil tindakan. Pengemudi Muda Lebih Berisiko Terpancing Kecepatan Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, persoalan kecepatan pada pengemudi muda tidak bisa dilepaskan dari faktor usia. Menurut Jusri, pengemudi yang masih muda cenderung belum memiliki tingkat kematangan yang sama dalam mengendalikan emosi dan mengambil keputusan ketika berada di jalan. "Jawabannya ada di kelompok usia," kata Jusri. Ilustrasi berkendara skutik Ia menjelaskan, secara umum semakin tinggi kecepatan kendaraan, semakin besar pula risiko kendaraan kehilangan kendali. Menurut Jusri, jika melihat dari ilmu fisika, kendaraan yang bergerak lebih pelan memiliki cengkeraman ban terhadap permukaan jalan yang lebih maksimal. Sebaliknya, ketika laju kendaraan semakin tinggi, kemampuan cengkeraman ban dapat berkurang sehingga peluang kendaraan kehilangan kendali menjadi lebih besar. "Semakin cepat laju kendaraan, maka cengkeraman ban akan berkurang. Cengkeraman ban berkurang, maka peluang hilang kendalinya pun semakin besar," ujar Jusri. Mudah Terprovokasi Pengendara Lain Persoalannya, kata Jusri, pengemudi muda juga lebih mudah terprovokasi oleh kondisi di lingkungan sekitar. Contohnya ketika ada pengendara lain yang menyalip atau melewati mereka. Kondisi tersebut bisa memicu emosi dan mendorong pengemudi untuk meningkatkan kecepatan atau mencoba mengejar. "Kalau bicara kecepatan, tetapi yang menimbulkan kekuatan itu biasanya di usia-usia yang belum matang, yaitu kelompok-kelompok usia muda tadi. Mereka gampang sekali diprovokasi," kata Jusri. Hal tersebut bisa semakin kuat ketika pengemudi merasa memiliki kendaraan yang lebih mahal atau lebih bagus dibandingkan pengguna jalan lain. "Orang-orang yang belum matang, itu gampang sekali diprovokasi dengan situasi lingkungan seperti ini," ujarnya. Kunci Pengemudi Muda Bukan Sekadar Bisa Mengemudi Pada akhirnya, kemampuan berkendara bukan hanya soal seberapa cepat kendaraan bisa melaju. Pengemudi juga harus mampu menentukan kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan dan mengendalikan emosi ketika menghadapi situasi di jalan. Bagi pengemudi muda, kemampuan membaca situasi, menjaga jarak, mengontrol kecepatan, dan tidak mudah terpancing pengendara lain menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara.