Pengemudi muda yang baru belajar berkendara disarankan mengikuti kursus mengemudi agar memiliki dasar berkendara yang benar sebelum mengemudi secara mandiri di jalan raya. Kursus mengemudi tidak hanya mengajarkan cara mengoperasikan kendaraan, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai aturan lalu lintas, hingga cara mengantisipasi berbagai potensi bahaya di jalan. Hal tersebut penting karena kemampuan mengemudi tidak hanya ditentukan oleh keterampilan mengoperasikan kendaraan, tetapi juga pengetahuan dan sikap pengemudi saat berada di jalan. Training Director The Real Driving Center (RDC) Marcell Kurniawan mengatakan, kursus defensive driving diperlukan bagi pengemudi pemula. “Seharusnya seperti itu, kalau di lembaga kursus kami RDC, pengetahuan dan praktek mengemudi defensive sudah kami ajarkan. Karena mengemudi bukan sekedar memiliki skill yang baik, tapi juga knowledge dan attitude yang tepat untuk dapat meminimalisir risiko,” ucap Marcell kepada Kompas.com, Rabu (7/10/2026). , Menurut Marcell, pemahaman tersebut penting mengingat risiko kecelakaan lalu lintas masih tinggi dan dapat menimbulkan korban jiwa. “Mengingat fatality rate kecelakaan lalin di Indonesia mencapai puluhan ribu kematian setiap tahunnya, jadi risikonya tinggi,” katanya. Marcell sebelumnya mengatakan, kursus mengemudi memiliki standar pelatihan yang jelas, instruktur yang kompeten, serta kendaraan yang dilengkapi pedal tambahan untuk membantu menghindari risiko kecelakaan selama proses belajar. “Ini jauh lebih aman dibanding belajar sendiri tanpa pengawasan yang memadai,” ucapnya. Ia menambahkan, peserta kursus tidak hanya diajarkan teknik dasar berkendara. Mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai aturan lalu lintas, etika berkendara, hingga cara menghadapi situasi darurat di jalan. Meski demikian, belajar mengemudi secara otodidak tetap dapat menjadi pilihan, terutama bagi mereka yang ingin berlatih menggunakan kendaraan pribadi. Namun, metode tersebut memiliki sejumlah kelemahan, salah satunya tidak adanya pengawasan langsung dari instruktur profesional. Kesalahan yang dilakukan saat belajar juga berpotensi tidak terkoreksi dengan baik. “Biasanya, belajar dengan orang terdekat seperti suami atau orang tua lebih emosional dan kurang sabar. Ini bisa membuat proses belajar menjadi kurang efektif atau bahkan menimbulkan tekanan bagi yang baru pertama kali mengemudi,” kata Marcell. Oleh karena itu, Marcell menyarankan calon pengemudi mengombinasikan kursus mengemudi dengan latihan mandiri. Kursus memberikan dasar yang benar, sementara latihan membantu meningkatkan keterampilan dan kesiapan menghadapi berbagai kondisi lalu lintas.