Toyota Kijang Innova Reborn cuma menyisakan satu varian saja, tipe G mesin diesel opsi transmisi manual dan matic. Meski cuma satu, popularitas Kijang Innova Reborn belum pudar. Adakah rencana PT Toyota Astra Motor (TAM) menambah varian lain?Seperti diketahui, Innova Reborn tipe V dan Venturer (varian non-hybrid) berhenti dijual atau "disuntik mati" oleh PT Toyota Astra Motor (TAM) pada waktu yang berbeda, seiring dengan transisi ke Innova Zenix. Venturer resmi berhenti dijual bersamaan dengan peluncuran Innova Zenix pada 21 November 2022. Berbeda dengan Venturer yang langsung hilang saat Zenix muncul, tipe V sempat bertahan lebih lama. Per akhir 2023 hingga awal 2024, tipe V sudah resmi dihapus dari daftar harga resmi dan situs Toyota Indonesia.Sejak saat itu, Toyota menyederhanakan line-up mereka menjadi sangat kontras: Innova Reborn hanya sisa tipe G mesin diesel untuk konsumen yang butuh ketangguhan sasis ladder frame. Sementara itu, Innova Zenix Mengambil alih semua kemewahan yang dulu ada di tipe V dan Venturer."Kita semua model, semua varian selalu kita study lah. Kira-kira masukannya seperti apa, posibilitasnya seperti apa," ujar Vice President Director PT TAM, Henry Tanoto di Jakarta, belum lama ini.Taring Kijang Innova Reborn ternyata belum tumpul. Bukannya meredup setelah kehadiran sang adik, Innova Zenix, mobil ini justru terus menempel ketat dari segi penjualan.Berdasarkan data wholesales Gaikindo periode 2025, Kijang Innova Reborn mencatatkan distribusi sebanyak 30.578 unit. Angka ini hanya selisih tipis, yakni cuma 78 unit dari Innova Zenix yang membukukan 30.656 unit.Bukan tanpa alasan Innova Reborn masih dicintai. Salah satu alasan utama konsumen masih setia dengan Innova Reborn adalah opsi mesin diesel. Bagi masyarakat Indonesia, mesin diesel identik dengan ketangguhan dan torsi yang melimpah."Banyak yang senang diesel ya. Karena mungkin torque-nya lebih tinggi gitu ya," ujar Henry.Berbeda dengan Zenix yang menggunakan sasis monokok dan penggerak roda depan (FWD), Innova Reborn mempertahankan "resep tradisional" Kijang, yakni ladder frame dan penggerak roda belakang (RWD)"Dan juga dia ada (sasis) ladder frame," ungkapnya."Jadi banyak orang yang butuh untuk itu gitu ya. Dan juga dia penggerak roda belakang. Penggerak roda belakang juga buat banyak kebutuhan masyarakat yang ingin bisa tajakan, bawa beban berat," kata dia.