Spare part OEM (Original Equipment Manufacturer) kerap menjadi alternatif bagi pemilik mobil yang ingin mengganti komponen dengan harga lebih terjangkau dibandingkan part original yang dijual melalui jaringan bengkel resmi. Meski demikian, terdapat perbedaan dari sisi distribusi, harga, hingga kualitas antara spare part OEM dan part original. Pemilihan komponen pun biasanya disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan pemilik kendaraan. Sapta Agung Nugraha, Service Head Auto2000 Cilandak, mengatakan, bengkel resmi seperti Auto2000 selalu menggunakan part original karena memiliki jaminan kualitas dan garansi. “Kalau di Kami (bengkel resmi), tentunya selalu menggunakan part original karena selain kualitas part yang lebih baik, tentunya ada jaminan garansi atas part tersebut manakala terjadi kerusakan kembali,” ucap Sapta kepada Kompas.com, Rabu (30/9/2026). Sapta menjelaskan, part original diproduksi oleh manufaktur, kemudian didistribusikan oleh ATPM dan dipasang melalui jaringan authorized dealer. Ilustrasi toko sparepart mobil di Atrium Senen Sementara itu, part OEM umumnya diproduksi oleh manufaktur masing-masing dan tidak dijual melalui jaringan bengkel resmi. “Untuk harganya mungkin bisa lebih ekonomis sekitar 20-30 persen,” ucapnya. Menurut Sapta, dari sisi kualitas, part OEM memang memiliki perbedaan dengan part original. Namun, komponen tersebut tetap dapat digunakan sebagai alternatif oleh pemilik kendaraan. “Secara kualitas tentunya berbeda dengan part original, namun tetap bisa digunakan sebagai alternatif,” ucap Sapta. Di sisi lain, harga menjadi salah satu pertimbangan konsumen ketika memilih spare part. Kenaikan harga komponen membuat sebagian pemilik mobil mencari produk yang lebih terjangkau, tetapi tetap mempertimbangkan kualitas. Owen, pemilik toko spare part mobil AAN CS Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, mengatakan, konsumen saat ini umumnya lebih mempertimbangkan harga ketika memilih komponen pengganti. "Kalau zaman sekarang tuh, konsumen tuh milihnya yang murah. Tapi agak bagus sih," ujar Owen saat ditemui Kompas.com, baru-baru ini. Menurut Owen, konsumen tidak selalu memilih komponen asli atau genuine part yang dijual dengan harga lebih mahal. Toko spare part mobil AAN CS Motor di Pasar Palmerah, Jakarta Pusat. Pilihan tersebut kembali disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pemilik kendaraan. "Balik ke customer sih. Kebanyakan ya OEM, banyak. Kadang-kadang kalau orang yang mau asli, ya udah asli gitu," katanya. Dari sisi harga, Owen mengatakan, perbedaan antara komponen OEM dan spare part asli bisa cukup besar. Menurutnya, harga komponen OEM dapat lebih murah dibandingkan komponen asli. Meski memiliki harga lebih murah, Owen mengatakan kualitas OEM tidak bisa langsung dianggap buruk. Menurutnya, daya tahan komponen juga dipengaruhi oleh penggunaan kendaraan. "OEM itu juga dibilang jelek juga nggak jelek. Dibilang bagus juga enggak bagus. Tengah-tengah," ucapnya. Pada akhirnya, pemilihan antara part original dan OEM kembali kepada pemilik kendaraan. Pemilik mobil dapat mempertimbangkan harga, kebutuhan penggunaan, serta kesesuaian komponen sebelum melakukan penggantian.