PT Toyota Astra Motor (TAM) baru saja meluncurkan model andalan terbaru, Toyota Veloz hybrid, di gelaran Gaikindo Jakarta Auto Show (GJAW) 2025. Melalui model ini, merek pemimpin pasar berharap bisa mendulang penjualan tertinggi di segmen low multi-purpose vehicle (LMPV). Henry Tanoto, Wakil Presiden Direktur TAM, mengatakan bahwa jika ditotal, rata-rata penjualan Avanza dan Veloz mencapai sekitar 4.000 unit per bulan dari total pasar sekitar 9.000 unit. Dengan harga spesial Rp 299 juta, diharapkan model ini bisa menarik lebih banyak konsumen lewat teknologi yang lebih ramah lingkungan. Toyota Veloz Hybrid “Kami sudah lama maunya (model) hybrid bisa dipakai lebih banyak masyarakat, modelnya pas, harganya affordable, 7-seater, jadi bisa dipakai di seluruh Indonesia,” kata Henry kepada Kompas.com, Selasa (25/11/2025). Mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Veloz sepanjang Oktober 2025 tercatat 563 unit, anjlok 19,2 persen dari September 2025 yang mencapai 697 unit. Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya perpindahan konsumen dari Innova Zenix hybrid ke Veloz hybrid, Henry menyatakan bahwa kedua model memiliki segmentasi pasar yang berbeda. Selain itu, kemungkinan Veloz menjadi pilihan baru bagi pemilik LCGC atau LSUV yang beralih ke Veloz hybrid tetap ada. “Tetap bisa saja ada pergeseran, tapi pada dasarnya, segmennya berbeda. Secara umum, belum ada model LMPV hybrid, jadi dengan rentang harga segitu bisa mendorong model ini ke masyarakat Indonesia,” ucap Henry. Mesin Toyota New Veloz Hybrid EV Kalau bicara komposisi, Henry kemudian bercermin dari dua model hybrid yang sudah lebih dulu dijual, yakni Toyota Innova Zenix hybrid dan Yaris Cross hybrid. “Porsinya itu (hybrid) 80-90 persen. Zenix sekarang itu 80 persen, menunjukkan penerimaan pasar. Kami tentu, maunya cukup besar,” kata Henry. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang