FIM Harley-Davidson Bagger World Cup resmi membuka lembaran sejarah lewat tes perdana di Circuit of the Americas (COTA) pada 21-22/3/2026 silam. Bukan cuma soal balap motor gede, tapi ini adalah momen ketika kultur cruiser khas Amerika dibawa serius ke level kompetisi dunia. Sebelum turun ke lintasan, para pembalap lebih dulu ikut seremoni undian motor, format unik yang bikin semua rider memakai spek mesin yang setara sepanjang musim. Setelah itu, dua hari penuh diisi dengan raungan khas mesin V-Twin Milwaukee-Eight yang langsung bikin suasana COTA terasa beda dari biasanya. Dimas Ekky Pratama. Photo: H-D Media Kit Dimas Ekky Pratama. Photo; H-D Media Kit Dimas Ekky Pratama. Photo; H-D Media Kit Di tengah deretan nama pembalap internasional, ada satu sosok yang patut jadi perhatian publik Indonesia, yaitu Dimas Ekky Pratama. Ya, Dimas resmi jadi bagian dari grid kejuaraan ini bersama tim Niti Racing, dan langsung menunjukkan sinyal positif di sesi tes perdananya. Kehadirannya bukan sekadar pelengkap, tapi bukti kalau rider Indonesia mulai masuk ke lanskap balap global yang makin beragam. Eric Granado. Photo: H-D Media Kit Untuk urusan waktu tercepat, Eric Granado dari Joe Rascal Racing jadi yang tercepat dengan catatan 2:13.413. Ia unggul tipis dari Archie McDonald, sementara Oscar Gutierrez mengamankan posisi ketiga. Dimas sendiri menutup tes di posisi keempat, hasil yang cukup menjanjikan untuk adaptasi awal dengan karakter motor yang benar-benar berbeda. Sepanjang tes, total 578 lap berhasil dikumpulkan. Bukan cuma soal angka, tapi juga proses adaptasi besar-besaran, mulai dari posisi riding yang unik, bobot motor, sampai karakter torsi yang brutal. Di sinilah terlihat perbedaan gaya balap para rider, ada yang halus dan teknikal, ada juga yang agresif dengan gaya point-and-shoot. Jeffrey Schuessler, Director of Global Racing Programs at Harley-Davidson menyebut sesi ini sebagai fondasi penting kejuaraan. “Tes perdana ini menandai tonggak penting bagi kejuaraan dan bagi semua pihak yang terlibat dalam seri ini. Sepanjang akhir pekan, para pembalap menyelesaikan 578 putaran yang diukur waktunya, yang memberikan umpan balik sangat positif terkait keandalan dan performa secara keseluruhan. Sangat menarik juga melihat para pembalap merasakan untuk pertama kalinya suara, torsi, dan performa unik dari motor balap ini. Kami melihat perbedaan menarik dalam gaya berkendara, dengan beberapa pembalap menerapkan pendekatan yang halus dan teknis, sementara yang lain menunjukkan gaya yang lebih agresif dengan gaya ‘point-and-shoot’. Ini merupakan momen berharga untuk membandingkan dan belajar, yang memungkinkan tim dan pembalap memperdalam pemahaman mereka tentang motor balap, lintasan, dan satu sama lain menjelang balapan pertama,” ujar Jeffrey. Sementara itu, Eric Granado dari Joe Rascal Racing juga mengakui kalau pengalaman ini terasa asing tapi ‘nagih’. Eric Granado. Photo: H-D Media Kit “Uji coba ini luar biasa. Kami menyelesaikan banyak putaran dan menghabiskan banyak waktu untuk mengutak-atik motor agar bisa lebih memahaminya. Semuanya terasa baru bagi saya: motor baru, tim baru, dan cara kerja yang berbeda, serta motor ini sangat berbeda dari yang biasa saya gunakan. Posisi berkendara cukup unik dan butuh waktu untuk beradaptasi, tapi setelah beberapa putaran, Anda mulai merasa nyaman dan percaya diri. Motor ini berperilaku sangat baik dan Anda benar-benar bisa memaksimalkannya hingga batas maksimal, yang sangat saya nikmati. Anda bisa merasakan dengan jelas bahwa motor ini dibangun sebagai motor balap sejati. Suara mesinnya luar biasa, jujur saja salah satu yang terbaik yang pernah saya dengar. Bagi seorang pembalap, merasakan karakter seperti itu sangat istimewa. Saya juga merasakan sensasi yang sangat baik dari bagian depan, yang membantu Anda membawa kecepatan tinggi saat memasuki tikungan. Torsi motor ini sangat mengesankan. Setiap kali Anda membuka gas, di gigi mana pun, Anda merasakan tenaga yang kuat yang mendorong Anda keluar dari tikungan dengan sangat cepat. Anda perlu menyesuaikan gaya berkendara Anda sedikit, tetapi begitu Anda memahami cara menggunakannya, Anda benar-benar bisa memaksimalkan dan menikmatinya. Kami berada di jalur yang tepat. Kami telah menguji banyak opsi penyetelan dan kini kami bersiap untuk balapan pertama. Sangat penting untuk melakukan tes di lintasan yang sama dengan tempat kami akan balapan, sehingga kami sudah memiliki beberapa referensi yang berguna,” ujar Granado. Setelah sesi tes ini, fokus langsung bergeser ke seri pembuka yang bakal digelar di trek yang sama, berbarengan dengan MotoGP Grand Prix of the Americas. Jadwalnya pun padat, Jumat latihan dan kualifikasi, Sabtu Race 1, dan Minggu Race 2. Dengan performa awal yang sudah menjanjikan, termasuk dari Dimas Ekky, balapan perdana ini berpotensi jadi salah satu tontonan paling out of the box di kalender motorsport tahun ini. COTA TEST 21st – 22nd MARCH Event Best Time Combined Classification Nr Rider Team Day 1 Day 2 Comb. Gap 1. 51 ERIC GRANADO JOE RASCAL RACING 2:15.817 2:13.413 2:13.413 2. 69 ARCHIE MCDONALD JOE RASCAL RACING 2:15.075 2:14.010 2:14.010 597 597 3. 99 OSCAR GUTIERREZ NITI RACING 2:15.024 2:14.235 2:14.235 822 225 4. 20 DIMAS EKKY PRATAMA NITI RACING 2:17.445 2:15.626 2:15.626 2.213 1.391 5. 10 TRAVIS WYMAN SADDLEMEN RACE DEVELOPMENT 2:17.996 2:16.126 2:16.126 2.713 500 6. 13 CORY WEST SADDLEMEN RACE DEVELOPMENT 2:17.895 2:16.439 2:16.439 3.026 313 7. 85 JAKE LEWIS SADDLEMEN RACE DEVELOPMENT 2:16.856 2:16.707 2:16.707 3.294 268 8. 34 CODY WYMAN JOE RASCAL RACING 2:17.496 2:17.263 2:17.263 3.850 556 9. 27 FILIPPO ROVELLI PARKINGO TEAM 2:19.037 2:17.308 2:17.308 3.895 45