Meningkatnya pilihan kendaraan elektrifikasi di Indonesia belum sepenuhnya diikuti oleh pemahaman konsumen. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi merek-merek baru yang ingin masuk dan berkembang di pasar nasional, termasuk Lepas Indonesia. Lalu Indra Wirabhakti, Product Development Manager Lepas Indonesia, mengatakan, pihaknya memiliki tantangan untuk mengedukasi konsumen tentang New Energy Vehicle (NEV). Khususnya, untuk teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). "Pada dasarnya mungkin tantangannya satu, untuk edukasi ke konsumen Indonesia. PHEV ini pasarnya dari tahun 2020 sampai 2025 masih di bawah 2 persen," ujar Indra, saat ditemui di Serpong, Kamis (29/1/2026). Lepas L8 di di GJAW. Menurut Indra, rendahnya adopsi PHEV menunjukkan bahwa teknologi ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Padahal, PHEV dinilai dapat menjadi solusi transisi dari kendaraan bermesin konvensional menuju mobil listrik murni. "Jadi, yang pertama adalah kita mengedukasi bahwa New Energy Vehicle dari Chery (Group) atau dari Lepas, kita platformnya kita bisa menyerap itu dan kita bisa diaplikasikan dengan BEV dan PHEV," kata Indra. Ia menjelaskan, pendekatan edukasi menjadi kunci agar konsumen memahami fleksibilitas teknologi NEV, termasuk keunggulan PHEV yang menggabungkan mesin pembakaran internal dan motor listrik dalam satu kendaraan. Lepas L8 Selain mengedukasi soal PHEV, karena Lepas adalah merek yang baru masuk ke Indonesia, tantangan lainnya menurut Indra adalah memperkenalkan merek itu sendiri. Sehingga, masyarakat bisa menerimanya dengan lebih mudah. Dalam konteks ini, Lepas tidak hanya dituntut menghadirkan produk yang kompetitif, tetapi juga membangun kepercayaan pasar terhadap kualitas, teknologi, dan layanan purnajual yang ditawarkan. Lepas L8 "Sebenarnya, tantangannya buat Indonesia sekarang lebih ke edukasi ke konsumennya atau masyarakat Indonesia sih, biar enggak ragu-ragu, biar makin yakin sama NEV," ujarnya. Ke depan, Lepas berharap peningkatan literasi konsumen terhadap kendaraan elektrifikasi dapat mendorong pertumbuhan pasar NEV di Indonesia, sekaligus mempercepat penerimaan teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari mobilitas masa depan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang