Pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai dengan hadirnya sejumlah model baru yang menawarkan harga lebih terjangkau. Berdasarkan data penjualan mobil listrik Januari-Agustus 2026, tiga model yang mencatat penjualan tertinggi adalah Jaecoo J5 EV, BYD Atto 1, dan Geely EX2. Ketiganya sama-sama bermain di segmen mobil listrik dengan harga di bawah Rp 400 juta. Namun, harga tersebut tentu belum menggambarkan besaran dana yang perlu disiapkan konsumen bila pembelian dilakukan secara kredit. Untuk memberikan gambaran, berikut simulasi kredit untuk varian tertinggi dari ketiga mobil listrik tersebut dengan pilihan tenor mulai 12 bulan hingga 60 bulan. Jaecoo J5 EV Premium Jaecoo J5 EV Premium menjadi varian tertinggi dari J5 EV dengan harga Rp 324,9 juta. Berdasarkan simulasi kredit, konsumen yang mengambil tenor 12 bulan perlu membayar angsuran Rp 23.556.000 per bulan, dengan total down payment (TDP) Rp 77.444.670. Sedangkan tenor paling panjang 60 bulan menawarkan angsuran Rp 5.646.000 per bulan dengan TDP Rp 81.277.197. BYD Atto 1 di IIMS 2026 BYD Atto 1 Premium BYD Atto 1 Premium merupakan varian tertinggi dari Atto 1 dengan harga Rp 245 juta. Untuk tenor 12 bulan, angsurannya mencapai Rp 16.980.000 per bulan dengan TDP Rp 63.986.000. Sementara tenor 60 bulan menjadi pilihan dengan angsuran paling rendah, yakni Rp 4.070.000 per bulan. TDP yang perlu disiapkan sebesar Rp 67.375.000. Geely EX2 Max Geely EX2 Max dibanderol Rp 269,9 juta dan menjadi varian tertinggi dari EX2. Untuk tenor 12 bulan, konsumen perlu membayar angsuran Rp 18.705.000 per bulan dengan TDP Rp 70.281.520. Adapun untuk tenor 60 bulan memiliki angsuran Rp 4.484.000 per bulan dengan TDP Rp 73.690.905. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Selisih Cicilan Ketiganya Dari simulasi tersebut, besaran cicilan tentu mengikuti harga masing-masing mobil. Pada tenor 60 bulan, misalnya, cicilan Jaecoo J5 EV Premium berada di angka Rp 5,646 juta per bulan. Sementara Geely EX2 Max sebesar Rp 4,484 juta dan BYD Atto 1 Premium Rp 4,070 juta per bulan.