Pemerintah berencana membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertalite bagi masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan tinggi. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pembatasan tersebut akan menyasar masyarakat yang berada pada desil 9 dan 10. Kebijakan ini rencananya diterapkan secara bertahap setelah sistem pendukungnya siap. Oleh karena itu, masyarakat dapat mengecek terlebih dahulu status desil keluarganya melalui layanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Cara Cek Desil dengan NIK Pengecekan desil dapat dilakukan secara daring menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP. Masyarakat bisa mengakses layanan Cek Bansos Kementerian Sosial atau laman DTSEN BPS untuk melihat informasi tersebut. Berikut cara mengecek desil menggunakan NIK: 1. Buka laman Cek Bansos Kemensos atau layanan DTSEN BPS.2. Masukkan NIK 16 digit sesuai KTP.3. Masukkan kode captcha yang tersedia.4. Klik “Cek Data”.5. Informasi mengenai desil keluarga akan muncul pada halaman hasil pencarian. Status desil yang muncul merupakan hasil pemeringkatan kondisi sosial ekonomi keluarga dalam DTSEN. Jika hasil yang ditampilkan tidak sesuai dengan kondisi keluarga saat ini, masyarakat dapat mengajukan pemutakhiran data melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos. Data tersebut selanjutnya akan diperbarui dan dihitung kembali secara berkala. Apa Itu Desil 9 dan 10? Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraannya. Desil 1 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Sementara desil 10 merupakan 10 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi. Dengan demikian, desil 9 dan 10 mencakup sekitar 20 persen keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Penentuan desil tidak hanya berdasarkan pendapatan. Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai kondisi sosial ekonomi keluarga, seperti kepemilikan aset, kondisi rumah, pendidikan, pekerjaan, jumlah tanggungan, kepemilikan usaha, hingga kondisi kesehatan. Artinya, tidak ada batas penghasilan tertentu yang secara otomatis membuat seseorang masuk desil tertentu. Selain itu, status desil juga dapat berubah mengikuti pemutakhiran data dan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga. Pemerintah menggunakan kelompok desil tersebut sebagai salah satu acuan dalam rencana pembatasan Pertalite. Purbaya mengatakan masyarakat yang berada di desil 9 dan 10 tidak akan langsung dilarang membeli Pertalite. Pembatasan akan dilakukan secara bertahap setelah sistem siap. “Mungkin yang desil 9, 10 supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap,” ujar Purbaya.