Punya peran penting, bahkan menjadi satu-satunya komponen yang langsung bersentuhan dengan permukaan jalan, kondisi ban pada mobil kerap terabaikan. Padahal, perawatannya sangat penting dilakukan. Pasalnya, kondisi ban akan sangat berpengaruh terhadap banyak faktor, mulai dari kenyamanan, efisiensi bahan bakar, hingga yang paling utama, keselamatan ketika berkendara. Bicara soal perawatan ban, sebenarnya sangat mudah dilakukan, yakni dengan memastikan tekanan udara sudah sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Hal ini wajib dicek secara berkala. Sayangnya, tak sedikit pemilik mobil yang kerap lupa atau bahkan malas melakukan pengecekan tekanan udara. Akibatnya, kondisi ban tidak optimal dan dapat menyebabkan beragam kerugian. TPMS Suzuki New XL7 Alpha Untuk memberikan solusi, beberapa mobil dengan teknologi modern biasanya sudah dilengkapi fitur bernama tire pressure monitoring system (TPMS). TPMS berguna untuk memantau kondisi tekanan udara melalui indikator yang tertera pada layar MID kendaraan. Fitur ini pun sudah diterapkan Suzuki pada XL7 Alpha Hybrid yang belum lama ini mendapat penyegaran. Cara Kerja TPMS TPMS beroperasi melalui sensor yang terpasang pada setiap katup ban. Sensor tersebut mampu membaca tekanan udara secara aktual dan mengirimkan datanya secara real-time. Pada Suzuki XL7 Alpha Hybrid, tekanan udara setiap ban yang terbaca melalui TPMS ditampilkan pada layar 9 inci Display Audio, lengkap dengan angka yang presisi. Ilustrasi Ban Mobil Hankook "Kehadiran fitur TPMS adalah langkah kami untuk memberikan kemudahan akses maksimal. Informasi ditampilkan jelas di layar agar mudah dipantau oleh pandangan. Pengemudi bisa memonitor tekanan ban secara instan di tengah kepadatan lalu lintas, tanpa harus memeriksa secara manual di masing-masing roda," kata Donny Saputra, Deputy Managing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), beberapa waktu lalu. Kehadiran TPMS menjadi fitur yang sangat membantu karena pengemudi tak perlu lagi repot melakukan pengecekan tekanan udara ban secara manual. Donny menjelaskan, sangat dianjurkan untuk mengetahui tekanan udara pada ban berada dalam kondisi normal. Hal ini untuk memberikan sejumlah manfaat yang jarang dipahami pemilik mobil, seperti: Mengurangi Risiko Saat Berkendara Perlu diketahui, ban dengan tekanan udara kurang akan lebih mudah menekuk di bagian samping. Kondisi tersebut dapat memicu panas berlebih sehingga merusak bagian dalam ban dan membuat sisi tapak lebih cepat aus.   Ilustrasi cek kondisi ban mobil Bahaya lain yang mungkin timbul dan wajib diwaspadai adalah potensi ban sobek. Sebaliknya, ban dengan tekanan udara berlebih akan mengurangi area kontak ban dengan aspal. Akibatnya, daya cengkeram ban menurun dan berpotensi memperpanjang jarak pengereman. Efisiensi Bahan Bakar dan Kenyamanan Ban dengan tekanan udara sesuai rekomendasi pabrikan akan berputar lebih ringan di atas aspal. Kondisi ini bertujuan untuk meminimalkan hambatan gulir (rolling resistance). Implikasinya, mesin tidak perlu bekerja lebih keras sehingga turut membantu menghemat konsumsi bahan bakar saat menghadapi rute mobilitas rutin. Tekanan udara yang ideal juga membantu ban bekerja bersama suspensi dalam meredam benturan saat melewati jalan berlubang atau aspal yang tidak rata, sehingga kenyamanan kabin senantiasa terjaga. Suzuki Fronx GL "TPMS dapat dimanfaatkan sebagai alat antisipasi pertama untuk menghindari kendala teknis di tengah perjalanan. Dengan pantauan tekanan yang selalu pas, daya cengkeram mobil akan terus konsisten. Hal ini merupakan faktor penentu keselamatan," katanya.