Bila disandingkan dengan deretan mobil kepresidenan Indonesia zaman sekarang yang identik dengan keluaran pabrikan terbaru dan serba mewah, mobil Presiden Soekarno justru memiliki sejarah yang sangat kontras. Alih-alih kendaraan eksklusif yang dipesan khusus atau dibeli oleh kas negara dengan anggaran fantastis, mobil yang lekat dengan kode pelat "Rep-1" tersebut didapatkan dari hasil rampasan. Mobil tersebut merupakan Buick-8 Limited Edition keluaran tahun 1939 pabrikan Amerika Serikat. Mobil Rampasan Muslim, Pemandu Museum Joang 45 menuturkan, mobil tersebut pada awalnya merupakan kendaraan dinas milik Kepala Departemen Perhubungan Jepang di Indonesia. Kala itu, usia kemerdekaan Indonesia baru seumur jagung (sekitar satu bulan). Hal ini membuat pemerintah sama sekali belum memiliki anggaran khusus untuk membeli mobil dinas kepresidenan. “Pada masa Jepang itu kan kita masih belum punya anggaran untuk beli mobil. Sedangkan terbentuknya negara baru berjalan satu bulan,” ucapnya kepada Kompas.com, Jumat (9/10/2026). Di sinilah cerita lucu sekaligus menegangkan itu bermula. Buick-8 Limited Edition di Museum Joang 45 Muslim menceritakan, salah seorang sahabat Soekarno yang bernama Sudiro secara kebetulan melihat peluang. Sudiro baru saja mengambil gaji terakhirnya kantor Jawa Hokokai. Ketika ia melangkah pergi dari tempat tersebut melintasi gedung Departemen Perhubungan Jepang atau Kotsu Bu, Sudiro terpaku pada Buick-8 yang terparkir di halaman gedung. Ia juga mendapati sopir Buick-8 tersebut sedang beristirahat santai, sementara sang majikan asal Jepang tengah sibuk mengikuti rapat. Berbekal keberanian dan taktik diplomasi tingkat tinggi, Sudiro perlahan mendekati dan merayu sang sopir. Rayuan Sudiro untuk merampas mobil tersebut rupanya membuahkan hasil. Sang sopir akhirnya luluh dan bersedia menyerahkan kunci mobil berharga tersebut tanpa perlawanan berarti. Sebagai 'uang ganti' sekaligus ongkos pulang, Sudiro merogoh koceknya dan memberikan sedikit bekal kepada sang sopir. “Sopirnya itu diberi uang Rp 300 untuk kembali pulang ke Kebumen,” kata Muslim. Setelah kuncinya berpindah tangan, Sudiro meminta bantuan seorang sahabat bernama Arif untuk mengendarai Buick-8 untuk dibawa kabur ke rumah Ir Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56. Mobil Kepresidenan Pertama Buick 8 Hal tersebut lantaran mobil mewah tersebut merupakan mobil keluaran terbatas, maka Sudiro tidak bisa mengendarainya. Saat Sudiro dan Arif sampai di halaman rumah Ir. Soekarno, Sudiro kemudian mengatakan, mobil inilah yang cocok dikendarai oleh seorang presiden. "Sudiro bilang ke Soekarno, Bung, iniloh mobil yang cocok untuk jadi mobil Presiden," kata Muslim. Sejak insiden perampasan tersebut, Buick-8 resmi beralih fungsi dan setia menemani tugas kenegaraan Bung Karno hingga tahun 1949. Spesifikasi Buick-8 Secara spesifikasi, Buick-8 dibekali mesin tangguh berkapasitas 5.247 cc. Visualnya berwibawa dengan balutan cat hitam pada eksterior dan gril besar yang mendominasi bagian wajahnya. Masuk ke bagian kabin, interior mobil klasik ini dilapisi kain bernuansa cokelat. Menariknya, terdapat fitur unik berupa kaca pembatas berukuran besar antara kursi baris depan dan belakang yang dapat dioperasikan secara manual menggunakan tuas putar. Kini, saksi bisu perjalanan awal Republik Indonesia tersebut terawat dan dipamerkan di Museum Joang 45, Jakarta Pusat. Rep-1 disandingkan dengan deretan koleksi kendaraan bersejarah lainnya, termasuk Rep-2 milik Wakil Presiden Mohammad Hatta dan mobil Imperial yang pernah dipakai oleh keluarga Soekarno.