BAIC bersiap memanaskan pasar SUV ladder frame di Indonesia lewat BJ40 Pro Range Extended Electric Vehicle (REEV), yang nantinya lebih dikenal dengan nama BJ41. Model ini dijadwalkan meluncur pada akhir tahun depan, tepatnya pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2026. Sebelum resmi masuk pasar, Kompas.com bersama sejumlah media internasional mendapat kesempatan untuk menjajal impresi perdananya di Guangzhou Conghua International Circuit (GCIC), China. BAIC BJ40 Pro REEV BJ41 langsung mencuri perhatian sejak pandangan pertama. Desainnya tegas dan proporsional, memadukan karakter kotak khas off-roader dengan sentuhan modern melalui lampu LED dan garis bodi yang bersih. Masuk ke kabin, nuansa premium cukup terasa lewat penggunaan material soft touch serta tata letak panel yang rapi. Dua layar besar di dashboard menjadi pusat pengoperasian kendaraan dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih digital. BAIC BJ40 Pro REEV Kursi dengan padding tebal menopang tubuh dengan baik, cocok untuk perjalanan jauh maupun melintasi trek menantang. Visibilitas juga luas berkat kaca dengan sudut pandang tinggi. Pada sesi pengujian awal di lintasan sirkuit, respons BJ41 terasa halus dan linear. Karakter REEV memberikan torsi instan, terutama saat berakselerasi dari posisi diam. Pilihan mode berkendara cukup lengkap, termasuk Snow hingga Sand, yang dirancang untuk memaksimalkan kemampuan off-road. BAIC BJ40 Pro REEV Handling terasa stabil ketika bermanuver di kecepatan menengah. Meski menggunakan platform ladder frame, setirnya cukup presisi, meski tetap menyisakan karakter berat khas SUV ukuran besar. Suspensinya mampu meredam guncangan dengan cukup baik. Saat melewati speed bump atau gundukan kecil, bodi tetap stabil dan tidak berayun berlebihan. Pengeremannya pun progresif dan mudah dikontrol dengan karakter pedal yang tidak terlalu dalam. Memasuki sesi ke-3 (karena sesi ke-2 hanya untuk model Arcfox T1 dan Kaola S), peserta diajak keluar dari area aspal sirkuit menuju lintasan semi-offroad yang terdiri dari jalur tanah padat, genangan air, tanjakan, hingga rintangan mogul. BAIC BJ41 yang merupakan BJ40 Pro REEV di China Di permukaan tanah, torsi instan dari motor listrik membuat BJ41 mudah dikendalikan sejak putaran awal. Mode Sand dan Offroad memberikan traksi lebih baik, membantu menjaga cengkeraman ban saat roda mulai kehilangan pijakan. Saat menjajal tanjakan pendek dengan sudut curam, responsnya terasa meyakinkan. Sistem REEV memastikan tenaga tetap konsisten, tanpa jeda suplai daya seperti pada mesin konvensional. Rintangan mogul menjadi salah satu pengujian yang menyoroti fleksibilitas suspensi. Artikulasi roda terasa cukup baik, membuat bodi tidak terlalu banyak limbung meski dua roda berada pada permukaan berbeda. Bantingan suspensinya masih dalam batas nyaman, tidak memantul berlebihan. Kesimpulannya, sesi semi-offroad memberikan gambaran bahwa BJ41 tidak hanya menonjol pada sisi gaya, tetapi juga memiliki kemampuan teknis yang layak untuk SUV ladder frame modern. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang