Mobil diesel dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang cukup baik. Namun, konsumsi bahan bakar tetap dipengaruhi oleh kondisi kendaraan dan cara pengemudi mengoperasikannya. Bagi pemilik mobil diesel modern, upaya untuk melakukan penyetelan mesin agar konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Rianto Syarif, Service Advisor Auto2000 Grand Depok City, mengatakan, mobil diesel saat ini sudah menggunakan sistem komputerisasi sehingga penyetelan secara teknis untuk mengejar efisiensi bahan bakar tidak bisa dilakukan dengan mudah. "Untuk mobil diesel sekarang semua sudah terkomputerisasi atau. Jadi, penyetelan atau ubahan agar lebih irit secara teknis tidak bisa dilakukan," ujar Rianto, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. Toyota Fortuner 2.8 GR Sport Modifikasi Bukan Solusi Utama Menurut Rianto, modifikasi seperti pemasangan piggyback memang dapat menjadi salah satu cara untuk mengubah karakter kerja mesin. Namun, langkah tersebut bukan merupakan solusi sederhana bagi pemilik mobil yang hanya ingin mengurangi konsumsi bahan bakar. "Kecuali, melalui metode modifikasi, seperti pemasangan piggy back dan lainnya," ujar Rianto. Karena itu, pemilik mobil diesel sebaiknya lebih dulu memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan modifikasi. Perawatan rutin menjadi salah satu cara yang lebih sederhana untuk menjaga konsumsi bahan bakar tetap efisien. Komponen yang berkaitan dengan hambatan kendaraan dan suplai udara perlu diperiksa secara berkala. Pentingnya menyesuaikan tekanan ban pada jenis dan beban kendaraan. Pastikan Tekanan Ban Sesuai Salah satu hal yang bisa diperiksa adalah tekanan ban. Tekanan ban yang kurang dari rekomendasi pabrikan dapat meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan. "Solusi sederhana agar kendaraan lebih irit, lebih ke arah perawatan, seperti memastikan tekanan ban cukup, kondisi rem tidak ada yang macet," kata Rianto. Selain tekanan ban, kondisi rem juga perlu diperhatikan. Rem yang macet atau terus bergesekan dengan cakram maupun tromol dapat membuat kendaraan terasa lebih berat ketika melaju. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat mesin bekerja lebih keras dan berpotensi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Kapan sebaiknya filter udara mobil diganti. Filter Udara Jangan Diabaikan Komponen lain yang tidak kalah penting pada mobil diesel adalah filter udara. Mesin diesel membutuhkan suplai udara yang baik untuk proses pembakaran. "Filter udara juga berpengaruh, karena diesel salah satu komponen terpentingnya adalah udara, karena dia tidak menggunakan pembakaran seperti busi," ujar Rianto. Filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara menuju mesin. Oleh sebab itu, pemeriksaan dan penggantian filter udara perlu dilakukan sesuai jadwal perawatan atau lebih cepat apabila kendaraan sering digunakan di lingkungan berdebu. Selain menjaga efisiensi, perawatan tersebut juga penting untuk memastikan mesin tetap bekerja sesuai karakteristik yang ditetapkan pabrikan. Ilustrasi berkendara dengan Toyota Fortuner facelift Gaya Berkendara Berpengaruh Selain kondisi kendaraan, faktor pengemudi juga memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar. Cara menginjak pedal gas, akselerasi, kecepatan, serta kebiasaan melakukan pengereman dan kembali berakselerasi dapat memengaruhi penggunaan bahan bakar. "Dan yang terpenting gaya berkendara sangat memengaruhi terhadap konsumsi bahan bakar," kata Rianto. Karena itu, pemilik mobil diesel yang ingin mendapatkan konsumsi bahan bakar lebih efisien tidak selalu harus melakukan modifikasi pada mesin.