Produsen kendaraan listrik nasional, Aletra, tengah menyiapkan produk baru yang direncanakan diperkenalkan pada 2026 dan diproduksi massal mulai 2027. Product Manager PT Aletra Mobil Nusantara, Marsellinus Christo Antyo, mengatakan bahwa proses riset dan pengembangan terus berjalan sebagai bagian dari persiapan peluncuran model terbaru tersebut. “R&D terus berjalan. Kalau tidak berjalan, berarti kami tidak bekerja. Untuk produk baru tidak lama lagi, sedang dalam prosesnya. Jadi tinggal tunggu saja,” ujar Christo di Jakarta, Rabu (28/1/2026) malam. Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Meski belum membeberkan detail model yang akan diluncurkan, ia menegaskan bahwa pengembangan dilakukan dengan mempertimbangkan karakter pasar Indonesia yang berbeda dengan China, khususnya soal kebiasaan berkendara. “Perbedaan habit antara China dan Indonesia itu harus dipelajari. Setelah itu kami diskusi soal kebutuhan dan metode pengujiannya,” kata dia. Ia menambahkan, pengembangan produk dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, pengujian, serta penyesuaian spesifikasi agar sesuai dengan kondisi lokal. Sebagai merek otomotif nasional, Aletra berkomitmen menghadirkan kendaraan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen domestik. “Kami siapkan produknya berdasarkan kebutuhan pasar. Prosesnya kurang lebih sama seperti sebelumnya,” ujar Christo. Pengalaman Aletra L8 EV Fasilitas perakitan mobil Aletra di PT Handal Indonesia Motor (HIM), Purwakarta, Jawa Barat Pengembangan produk baru ini tidak terlepas dari pengalaman Aletra saat menghadirkan L8 EV, MPV listrik tujuh penumpang yang dipasarkan dengan harga Rp 488 juta on the road Jakarta. Model tersebut dikembangkan dari basis Livan Auto, anak perusahaan Geely Group, dengan sejumlah penyesuaian untuk menyesuaikan kondisi jalan, iklim, dan preferensi pengguna di Indonesia. Penyesuaian meliputi sistem pendingin kabin, suspensi, posisi kemudi, hingga karakter berkendara. Aletra juga membiayai sendiri pengembangan versi setir kanan untuk pasar domestik. Christo menegaskan, pendekatan berbasis riset dan adaptasi lokal akan tetap menjadi fondasi pengembangan perusahaan ke depan. “Kami selalu memulai dari kebutuhan pasar Indonesia. Itu yang menjadi dasar setiap produk yang kami kembangkan,” kata dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang