Mobil modern zaman sekarang lebih mudah penyok, terutama di bagian depan seperti kap mesin dan bumper. Namun kondisi itu bukan berarti kualitas mobil yang buruk. Bagian depan mobil modern sengaja dirancang lebih mudah berubah bentuk saat terjadi benturan. Tujuannya untuk menyerap energi tabrakan agar tidak langsung diteruskan ke kabin penumpang. Kepala Laboratorium Passive Safety, Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB), W Aris Munandar, mengatakan, mobil masa kini sudah dirancang dengan konsep keselamatan yang berbeda dibanding mobil lawas. “Mobil-mobil sekarang memang didesain kalau mengalami benturan, bagian depannya hancur," kata Aris kepada Kompas.com, di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026). Mengenal Crumple Zone, Fungsi & Cara Kerjanya pada Mobil "Memang harus hancur. Kalau terlalu rigid, nanti energinya semuanya tersalurkan ke penumpang, sehingga benturan yang dialami penumpang sangat tinggi,” kata Aris. Menurut dia, bagian depan kendaraan dibuat sebagai area penyerap benturan atau crumple zone. Area ini dirancang agar dapat melipat atau rusak lebih dulu ketika tabrakan terjadi. Dengan cara tersebut, energi benturan bisa dikurangi sebelum mencapai kabin penumpang. Karena itu, meski bagian depan kendaraan terlihat ringsek, area dalam mobil diharapkan tetap aman. “Makanya biasanya depannya hancur, tapi area kabinnya aman," ujar Aris. "Aman di sini artinya tidak ada objek tajam yang masuk, termasuk mesin. Saat ditabrak, mesin harus bergerak ke arah bawah, tidak boleh masuk ke arah kabin,” katanya. 4 mobil terlibat tabrakan beruntun di ruas jalan tol dalam kota kawasan Semanggi arah Cawang, Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2022). Aris menjelaskan, konsep tersebut menjadi bagian penting dalam standar keselamatan kendaraan modern. Sebab kabin penumpang harus tetap mempertahankan ruang aman agar risiko cedera serius dapat ditekan. Selain mesin, komponen lain juga dirancang agar berubah bentuk saat benturan terjadi. "Kap (mesin) juga dia harus bisa melipat engga boleh masuk ke dalam kaca. Apalagi sampai memecahkan kaca. Itu enggak boleh," ujarnya. Aris mengatakan, tujuan utama seluruh desain tersebut adalah meminimalkan energi benturan yang diterima tubuh penumpang. Pengujian struktur mobil di Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat “Setelah area dalam dipastikan tidak ada objek tajam yang masuk,” katanya. Ia menambahkan, semakin kecil energi atau getaran benturan yang diteruskan ke penumpang, maka tingkat keselamatan kendaraan akan semakin baik. Sebagai informasi, pengujian keamanan kendaraan biasanya dilakukan melalui crash test atau uji tabrak. Dalam tes ini, kendaraan ditabrakkan dalam kondisi tertentu untuk melihat kemampuan struktur bodi dalam melindungi penumpang. Dari hasil crash test, dapat diketahui efektivitas crumple zone, kekuatan kabin, hingga risiko cedera yang mungkin dialami pengemudi dan penumpang saat kecelakaan terjadi. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang