Guna mengoptimalkan operasional dan meningkatkan kualitas layanan angkutan umum, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian pada sejumlah rute pengumpan (feeder) yang melayani kawasan Rumah Susun (Rusun). Kebijakan ini resmi berlaku mulai Sabtu (26/9/2026). Penyesuaian ini difokuskan pada penggabungan rute-rute yang saling berdekatan untuk memaksimalkan daya jangkau. Meski demikian, pihak Transjakarta memastikan langkah ini tidak akan mengurangi jumlah bus yang beroperasi maupun aksesibilitas warga di kawasan terkait. Akses Transportasi Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan penyesuaian rute ini merupakan strategi perusahaan untuk menyelaraskan mobilitas masyarakat. "Kami memastikan pelanggan di area rusun tetap mendapatkan akses transportasi yang mudah, cepat, dan terintegrasi, tanpa mengorbankan kenyamanan mereka," ujar Ayu dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026). Ayu menambahkan, untuk menyiasati penggabungan dan penutupan rute, Transjakarta telah menyiapkan skema penugasan bus khusus. Bus-bus ini akan melakukan pemberangkatan awal langsung dari masing-masing rusun guna menjamin kelancaran mobilitas harian warga pada jam sibuk. Minitrans di Terminal Blok M Berikut adalah rincian penyesuaian layanan rute feeder Rusun Transjakarta: Penggabungan Rute 9F dan 3C (Rusun Kapuk Muara & Rusun Tambora) Rute 9F dan 3C kini dilebur untuk mengoptimalkan cakupan layanan. Khusus bagi pelanggan di Rusun Tambora, Transjakarta tetap menyiagakan bus khusus yang akan langsung mengantar penumpang menuju Halte Penjaringan. Penggabungan Rute 12H dan 12C (Rusun Waduk Pluit & Rusun Penjaringan) Layanan ini digabungkan untuk mencakup area Waduk Pluit dan Penjaringan. Guna menjaga ketersambungan rute perjalanan, bus dengan keberangkatan awal telah disiagakan dari Rusun Penjaringan langsung menuju Halte Penjaringan. Penutupan Rute 10A (Dialihkan ke Rute 12F dan JAK.15) Operasional Rute 10A resmi ditutup. Sebagai substitusi, mobilitas warga di koridor tersebut akan dilayani oleh Rute 12F dan Mikrotrans JAK.15. Seluruh armada dari Rute 10A dialihkan untuk memperkuat Rute 12F guna menjaga kapasitas angkut dan waktu tunggu (headway) penumpang.