Komunitas otomotif Brotherhood Squad Indonesia kembali menggelar kegiatan Safety Riding Course yang memasuki penyelenggaraan ke-18. Kegiatan yang dirangkai dengan agenda Touring #18 ini berlangsung di Hotel Horison Puncak-Cipanas dan diikuti sekitar 130 peserta. Tak sekadar menjadi ajang touring, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran serta kemampuan berkendara para peserta sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Rangkaian acara diawali dengan Saturday Morning Ride (Satmori) menuju kawasan Puncak. Setelah itu, para peserta mengikuti sesi pembekalan teori dan praktik mengenai teknik berkendara yang aman. Ketua Umum Brotherhood Squad Indonesia, Leo Sunario, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengingatkan para pengendara bahwa keterampilan berkendara harus diimbangi dengan etika saat berada di jalan. "Acara ini kami adakan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh rekan-rekan bikers betapa pentingnya menyelaraskan antara skill (keterampilan) dan attitude (sikap/etika) dalam berkendara. Memiliki keterampilan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan etika yang baik di jalan raya," ujar Leo dalam keterangannya. Brotherhood Squad Indonesia Gelar Safety Riding Course ke-18, Diikuti 130 Peserta CIPANAS, KOMPAS.com – Komunitas otomotif Brotherhood Squad Indonesia kembali menggelar kegiatan Safety Riding Course yang memasuki penyelenggaraan ke-18. Kegiatan yang dirangkai dengan agenda Touring #18 ini berlangsung di Hotel Horison Puncak-Cipanas dan diikuti sekitar 130 peserta. Tak sekadar menjadi ajang touring, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran serta kemampuan berkendara para peserta sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Rangkaian acara diawali dengan Saturday Morning Ride (Satmori) menuju kawasan Puncak. Setelah itu, para peserta mengikuti sesi pembekalan teori dan praktik mengenai teknik berkendara yang aman. Ketua Umum Brotherhood Squad Indonesia, Leo Sunario, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengingatkan para pengendara bahwa keterampilan berkendara harus diimbangi dengan etika saat berada di jalan. "Acara ini kami adakan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh rekan-rekan bikers betapa pentingnya menyelaraskan antara skill (keterampilan) dan attitude (sikap/etika) dalam berkendara. Memiliki keterampilan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan etika yang baik di jalan raya," ujar Leo dalam keterangannya. Peserta Belajar Teknik Berkendara Aman Untuk memberikan materi yang lebih komprehensif, Brotherhood Squad Indonesia menggandeng Coach Aldi Reynold dari ARX Academy sebagai instruktur pada kegiatan tersebut. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai teknik dasar keselamatan berkendara. Mulai dari postur berkendara yang benar, teknik pengereman yang efektif, hingga cara mengantisipasi titik buta (blind spot) di jalan raya. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuan berkendara sekaligus menerapkan budaya berkendara yang lebih aman dalam aktivitas sehari-hari. Didukung Sejumlah Merek Otomotif Penyelenggaraan Safety Riding Course ke-18 juga mendapat dukungan dari berbagai merek otomotif dan gaya hidup. Merek roda dua asal Italia, Morbidelli, hadir sebagai sponsor utama. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya meningkatkan keselamatan berkendara bagi pengguna sepeda motor di Indonesia. Selain Morbidelli, kegiatan ini juga didukung oleh Retouch, Xtreme Motor Sport, Arc Speed Shop, Young Garage, Digioto, Pro Speed, Bullaes, Pato Stooring, Concave Barbers, dan Draft Beer. Melalui penyelenggaraan Safety Riding Course ke-18, Brotherhood Squad Indonesia berharap para peserta dapat menjadi agent of change serta memberikan contoh positif bagi pengendara lain, sehingga keselamatan berkendara di jalan raya dapat terus meningkat.