Di tengah gempuran kendaraan listrik modern, Volkswagen (VW) ID. Buzz hadir sebagai perpaduan sempurna antara desain ikonik dan teknologi canggih. Mobil listrik ini tidak hanya memukau dengan tampilannya yang khas, tetapi juga menjanjikan kabin lapang serta kenyamanan optimal untuk perjalanan jarak jauh. Pengalaman istimewa ini telah dirasakan langsung oleh Djoko Setionegoro, seorang pemilik VW ID. Buzz yang setia menggunakan mobil listrik asal Jerman tersebut selama sekitar satu tahun. Sebelum jatuh hati pada ID. Buzz, pria yang akrab disapa Tio ini diketahui memiliki riwayat panjang dengan mobil-mobil asal Jerman, termasuk Mercedes-Benz Viano. VW ID.Buzz Milik Djoko Tio "Sebelumnya saya pakai mobil Jerman, kebanyakan Mercedes-Benz, mobil saya terakhir sebelum ID. Buzz itu Viano," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (22/9/2026). Ketertarikannya pada ID. Buzz berawal dari keinginan untuk menjajal mobil listrik berteknologi Jerman, namun dengan sentuhan desain Volkswagen yang tetap ikonik. "Mobilnya enak banget," katanya. "Tampilannya memang sudah legend, tetapi dikemas dengan teknologi terbaru," lanjutnya. "Itu yang membuat saya ingin memiliki," tegasnya. Selama setahun terakhir, ID. Buzz miliknya tidak hanya menjadi teman setia untuk aktivitas sehari-hari di dalam kota. Mobil ini juga telah menemani Tio dalam beberapa perjalanan jarak jauh, bahkan hingga ke Jawa Timur. Menurut Tio, keunggulan paling menonjol dari ID. Buzz adalah kenyamanan berkendaranya yang luar biasa. "Sangat nyaman," ucapnya. kadang kita tidak terasa kalau mobil sudah kecepatan tinggi karena saking nyamannya," imbuhnya. Tio juga mengapresiasi sistem pengereman regeneratif pada ID. Buzz. Djoko Tio sedang berpose di depan VW ID.Buzz bersama rekan Volkswagen ID. Buzz Club Sistem ini memungkinkan mobil melambat secara otomatis saat pedal akselerator dilepas, sekaligus mengoptimalkan pengisian ulang baterai dengan memanfaatkan energi kinetik. Menariknya, Tio mengaku tidak menemui kendala berarti terkait pengisian daya selama perjalanan jarak jauh. Salah satu pengalaman pengisian daya yang berkesan adalah saat menggunakan fast charger. "Kalau dekat Jogja, hanya satu kali mengisi," katanya. Djoko Tio dan keluarga sedang bertualang ke alam bersama VW ID.Buzz "Cukup cepat di fast charger, sekitar 20 menit sudah penuh 100 persen," jelasnya. Selain melibas rute luar kota, ID. Buzz juga menjadi andalan Tio untuk aktivitas sehari-hari di Bogor. Sebagai seorang dokter dengan aktivitas padat di sejumlah rumah sakit di kawasan Bogor, Tio mengungkapkan bahwa ukuran bodi ID. Buzz yang besar sama sekali bukan kendala di perkotaan. "Walaupun badannya besar, di dalam kota juga lincah," ujarnya. Djoko Tio Bersama Keluarga Menggunakan VW ID.Buzz "Manuvernya nyaman dan enak," tambahnya. Kabin dan Posisi Mengemudi Kenyamanan berkendara juga sangat didukung oleh posisi pengemudi yang ergonomis. Tio secara khusus menyoroti kenyamanan jok ID. Buzz, dengan posisi duduk dan visibilitas yang sangat mendukung perjalanan panjang. "Kursi kemudinya enak banget," katanya. "Posisinya enak, pandangan juga enak," imbuhnya. Pencahayaan kendaraan juga tidak luput dari apresiasi Tio, yang dinilainya sangat membantu visibilitas saat berkendara di malam hari. Desain interior yang modern dan fitur-fitur canggih yang ditawarkan ID. Buzz turut menjadi alasan mengapa Tio begitu menikmati mobil ini. Salah satu fitur yang paling menarik perhatiannya adalah atap kaca, yang sukses menciptakan kesan kabin lebih lapang dan mewah. Ban Belakang Lebih Lebar Sebagai mobil listrik dengan bodi besar dan bobot yang cukup tinggi, VW ID. Buzz mengadopsi konfigurasi ban dengan ukuran berbeda antara depan dan belakang, seperti yang dijelaskan oleh Tio. "Ban belakangnya lebar 265, sedangkan depan 235," katanya. "Jadi mobil terasa stabil, terutama ketika melaju dengan kecepatan tinggi," lanjutnya. Tio juga sempat menghadapi tantangan dalam mencari ban berukuran 265 di pasaran. Namun, pihak distributor dengan sigap telah menyediakan ban yang sesuai dengan kebutuhan khusus kendaraan ini. ID. Buzz milik Tio juga dilengkapi dengan ban jenis run-flat tire (RFT). Teknologi ini memungkinkan kendaraan untuk tetap melanjutkan perjalanan dalam kondisi tertentu setelah kehilangan tekanan udara, memberikan kesempatan bagi pengemudi untuk mencari lokasi perbaikan terdekat. Perawatan Relatif Sederhana Salah satu alasan utama mengapa Tio menyukai mobil listrik adalah perawatannya yang jauh lebih sederhana dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal. Pada mobil listrik, tidak ada mesin konvensional yang menuntut penggantian oli secara berkala. "Kalau mau beli mobil listrik, tidak ada perawatan khusus," ujarnya. "Hanya isi air wiper, kemudian cek ban supaya berkendaranya tetap enak," tambahnya. Tio menilai hal ini sebagai pertimbangan penting, terutama bagi mereka yang menginginkan mobil nyaman tanpa harus pusing memikirkan perawatan rutin yang rumit. "Kalau mobil mewah perlu perawatan oli dan macam-macam," katanya. "Kalau yang ini tidak perlu," tegasnya. "Simpel dan sederhana," pungkasnya. Volkswagen ID. Buzz resmi terbentuk di Indonesia Cocok untuk Keluarga Setelah satu tahun penuh menggunakan ID. Buzz, Tio, yang berprofesi sebagai dokter, menyimpulkan bahwa mobil ini sangat cocok untuk aktivitas keluarga. Menurutnya, kombinasi kabin yang luas, kenyamanan berkendara, dan karakter mobil yang mengutamakan kenyamanan menjadikan ID. Buzz pilihan ideal untuk perjalanan bersama keluarga. "Mobil ini nyaman untuk keluarga," ujarnya. "Safety juga," tambahnya. Tio sendiri cukup sering mengendarai ID. Buzz dan selalu menikmati setiap pengalaman berkendara, termasuk saat melakukan perjalanan antarkota. Bagi Tio, ID. Buzz bukan sekadar mobil listrik biasa, melainkan perpaduan harmonis antara desain klasik Volkswagen dan teknologi kendaraan listrik modern. "Tampilannya ikonik dan legend, tetapi teknologinya sudah canggih," kata dia. "Itu yang membuat saya menikmati mobil ID. Buzz," pungkasnya.