Mobil diesel memang punya keunggulan dari segi tenaga di putaran bawah. Torsinya besar, pas untuk kendaraan yang mengangkut banyak penumpang dan barang. Cuma di balik keunggulan tersebut, ada satu risiko yang terjadi dan merusak mesin, yakni diesel runaway. Biasanya saat mengalami hal tersebut, mesin menyala terus dan tidak bisa dimatikan, lalu asap putih tebal keluar dari knalpot. Seperti terjadi pada video singkat yang diunggah akun Indocarstuff di Instagram. Terlihat Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam menepi di pinggir jalan dengan asap putih keluar dari knalpot. Penumpang dari mobil tersebut pun segera keluar mengamankan diri. Esa, pemilik Esa Diesel Specialist Common Rail, diesel runaway biasanya terjadi karena masalah di sistem bahan bakar dan pelumasan. Esa menjelaskan, bahan bakar diesel seharusnya hanya berupa solar yang disemprotkan lewat injektor atau nozzle. Tapi dalam kondisi tertentu, oli mesin bisa kemasukan solar akibat kebocoran. "Kalau tipe mesin diesel lama, biasanya kebocoran berasal dari bospom atau pompa solar. Karena pompa itu kerjanya bersamaan dengan mesin, saat ada kebocoran, tekanan solar bisa masuk ke oli,” kata Esa kepada Kompas.com belum lama ini. Ketika solar tercampur oli mesin, maka volume olinya jadi bertambah dari batas normal. Akhirnya cairan tadi masuk ke ruang bakar dan diesel runaway terjadi. “Oli yang sudah bercampur solar itu ikut masuk ke ruang bakar karena tekanan kompresi. Akhirnya oli itu terbakar layaknya bahan bakar. Dan saat itu terjadi, mesin tidak bisa dimatikan. Dia terus nyala sampai olinya habis sendiri," kata Esa. Fenomena ini bukan cuma bisa terjadi di mobil diesel lama. Mesin diesel modern juga bisa mengalaminya. Bedanya, sumber kebocoran biasanya bukan dari pompa solar, tapi dari injektor yang bocor. “Kalau injektor bocor, solar bisa masuk ke ruang bakar atau ke oli mesin. Dari situ bisa timbul runaway juga,” ucap Esa. Dalam kondisi diesel runaway, mesin bekerja tanpa kontrol karena bahan bakar utamanya sudah bukan solar dari tangki lagi, tapi oli dari dalam mesin sendiri. Suaranya bakal terdengar keras, RPM naik ekstrem, dan kalau dibiarkan, mesin bisa rusak total bahkan pecah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang