CIREBON, KOMPAS.com – Sebanyak 200 unit Toyota Kijang dari berbagai generasi meramaikan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) XVII Indonesia Kijang Club (IKC) yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, pada 7–8 November 2026.

Kendaraan yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Barat, tetapi juga dibawa anggota komunitas dari berbagai daerah, seperti Batam, Makassar, Pekanbaru, Palembang, Medan, Bali, Surabaya, Banyuwangi, hingga Gunungkidul.

Ratusan mobil tersebut memenuhi halaman salah satu hotel di pusat Kota Cirebon, mulai dari Kijang generasi awal hingga model terbaru, termasuk Kijang Innova bermesin hybrid.

Ketua Pelaksana Rapimnas XVII IKC Syarif Abdillah mengatakan, jumlah peserta yang hadir melampaui perkiraan panitia.

Pasalnya, Rapimnas pada dasarnya merupakan forum organisasi yang cukup dihadiri perwakilan pengurus dari setiap chapter.

“Sebetulnya Rapimnas umumnya diikuti hanya dua orang perwakilan chapter, Ketua dan wakil, tapi ini animonya luar biasa. Alhamdulillah ratusan peserta dengan 200 unit mobil. Ini sudah pada datang, sebagian masih ada di jalan,” kata Syarif saat ditemui Kompas.com di lokasi kegiatan, Sabtu (7/11/2026).

Rela Menempuh Perjalanan Ribuan Kilometer

Salah satu peserta yang datang dari luar Pulau Jawa adalah Putu Dedi Kurniawan (49), anggota IKC Chapter Bali.

Ia menempuh perjalanan lebih dari 1.000 kilometer menggunakan Toyota Kijang Innova Reborn diesel keluaran 2023 untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Putu berangkat dari Bali pada Jumat petang dan tiba di Cirebon pada Sabtu sekitar pukul 09.00 WIB.

Selama perjalanan, ia sempat beristirahat di Pasuruan dan singgah di Surabaya untuk bergabung dengan rombongan anggota IKC dari Jawa Timur dan Bali.

Rombongan tersebut membawa sejumlah kendaraan, termasuk Innova Reborn 2023, Innova 2014, dan beberapa generasi Kijang lainnya.

Bagi Putu, Rapimnas XVII merupakan kegiatan nasional IKC pertama yang diikutinya sejak bergabung dengan Chapter Bali pada Juni 2026.

Meski baru beberapa bulan menjadi anggota, ketertarikannya terhadap dunia otomotif sudah berlangsung sejak duduk di bangku SMA.

Mobil Kijang pertamanya adalah Grand Extra keluaran 1993. Ia juga masih memiliki Kijang keluaran 1999 yang saat ini sedang menjalani proses modifikasi.

Putu mengaku tertarik bergabung dengan IKC setelah berinteraksi dengan anggota dari Jakarta, Banyuwangi, dan sejumlah daerah lain melalui media sosial.

“Karena hobi, dan kita nyari seduluran, keluarga. Dengan adanya persaudaraan, kita lebih erat, lebih solid. Harapan untuk IKC se-Nusantara semakin lebih maju lagi,” ujar Putu.

Kijang Lawas hingga Hybrid

Selain menjadi ajang silaturahmi, Rapimnas XVII juga mempertemukan pemilik Toyota Kijang dari berbagai generasi.

Syarif mengatakan, sejumlah peserta membawa kendaraan lawas yang masih terawat, baik dalam kondisi orisinal maupun sudah dimodifikasi.

Salah satu kendaraan yang menarik perhatian adalah Toyota Kijang dua pintu keluaran 1987 yang telah menggunakan transmisi otomatis.

Ada pula Kijang keluaran 1981 dan 1988, termasuk kendaraan yang dibawa anggota dari Ciamis.

Keberagaman kendaraan tersebut menunjukkan bahwa komunitas IKC tidak hanya diikuti pemilik Kijang generasi terbaru, tetapi juga para penggemar model klasik.

Dalam kegiatan ini, panitia mengusung tema “Wong IKC Aja Ilang Vivae”, yang mengajak anggota untuk menjaga semangat dan rasa persaudaraan dalam komunitas.

Menurut Syarif, Rapimnas diselenggarakan setiap dua tahun sekali untuk membahas evaluasi organisasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta laporan keuangan.

Forum tersebut juga menjadi tempat menentukan tuan rumah Gathering Nasional (Gatnas) IKC 2027.

IKC Cirebon Berdiri Sejak 2000

Pendiri IKC Chapter Cirebon Andi Aprilia (46) mengatakan, komunitas Kijang di Cirebon merupakan salah satu chapter tertua di Indonesia.

IKC pertama kali berdiri pada 1998 di Jakarta, kemudian berkembang ke Cirebon pada 2000.

“Kita yang kedua, setelah Jakarta. Jadi salah satu chapter yang tertua. Saya salah satu pendirinya sejak tahun 2000. Sekarang, jumlah anggota yang aktif sekitar 55,” kata Andi.

Meski jumlah anggota aktif sekitar 55 orang, kendaraan yang dimiliki anggota lebih banyak karena sebagian mempunyai lebih dari satu unit Kijang.

Andi sendiri memiliki Toyota Kijang Buaya pikap keluaran 1981. Selain aktif di komunitas, ia sehari-hari menjalankan usaha bengkel dan perbaikan bodi mobil.

Menurut Andi, hubungan antaranggota IKC tidak semata-mata bergantung pada kepemilikan kendaraan.

Bahkan, sejumlah anggota yang sudah tidak lagi memiliki Toyota Kijang tetap aktif menjalin hubungan dengan komunitas.

Baginya, IKC bukan hanya tempat berkumpul para pemilik mobil, melainkan juga wadah persaudaraan yang diharapkan terus terjaga meskipun kendaraan yang dimiliki anggota telah berganti.