Royal Enfield Hunter 350 sejatinya lahir sebagai roadster perkotaan yang lincah dan modern. Namun, di tangan Jay D. Patel dari JD Customs, motor bermesin 349cc ini berubah total menjadi "prajurit" penakluk segala medan. Diberi nama "Konyak", motor ini merupakan pesanan khusus dari Royal Enfield untuk merayakan tur "Hunterhood" di wilayah Timur Laut India. Modifikasi Royal Enfield Hunter 350 bergaya Scrambler buatan JD Customs Nama tersebut diambil dari suku Konyak, suku prajurit legendaris yang dikenal sebagai pemburu kepala di wilayah Nagaland. Ubahan paling radikal yang dilakukan JD Customs terletak pada sektor sasis dan suspensi. Hunter 350 yang aslinya menggunakan dual shock di belakang, kini dirombak menjadi monoshock. Modifikasi Royal Enfield Hunter 350 bergaya Scrambler buatan JD Customs Untuk mendukung skema tersebut, bagian swingarm dimodifikasi total. Tak hanya itu, garpu depan juga dibuat lebih tinggi untuk menambah ground clearance. Hasilnya, postur motor menjadi jauh lebih jangkung dan siap melahap medan off-road. "Tanah ini tidak beradaptasi dengan mesin; mesinlah yang harus beradaptasi dengan tanah ini," ujar Jay D. Patel, dikutip dari Bike Exif, Senin (13/4/2026). Secara visual, Konyak meninggalkan kesan kalem khas motor standar. Lampu depan bulat berukuran 7 inci dilepas, diganti dengan fairing kustom yang menampung dua lampu LED bertumpuk. Desainnya merupakan interpretasi abstrak dari wajah prajurit suku Konyak yang garang. Terdapat detail menarik pada bagian tangki BBM, seperti tutupnya dari kuningan yang dibuat oleh tangan. Bentuknya menyerupai kalung identitas pemburu kepala suku Konyak. Knalpotnya dipasang high-mount, agar sesuai dengan estetika Scrambler, posisi tersebut membuatnya aman dari hantaman batu atau terendam air saat off-road. Untuk urusan cat, JD Customs memilih warna hijau tua yang terinspirasi dari hutan lebat dan perkebunan teh di Assam. Warna ini dipadukan dengan pelek berkelir emas yang memberikan kesan premium. Sebagai penghormatan terakhir pada budaya lokal, bagian tangki dan bodi samping diberi grafis arsiran tangan yang meniru pola tato tradisional suku Konyak. Garis-garis merah tipis juga disematkan sebagai simbol sejarah prajurit yang brutal namun terhormat. Modifikasi ini membuktikan bahwa Hunter 350 memiliki potensi besar untuk menjadi lebih dari sekadar motor kota. Di tangan yang tepat, mesin 20,2 TK ini bisa bertransformasi menjadi Scrambler yang punya karakter kuat dan fungsional. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang