Perangkat aftermarket pada saluran udara masuk mesin cukup banyak ditawarkan. Produk ini disebut membuat respons mesin lebih cepat, menambah tenaga, hingga menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Salah satu jenisnya adalah perangkat pengatur aliran udara, seperti turbo ventilator, turbo fan, atau vortex generator. Bentuknya beragam. Ada yang berupa kipas atau turbin kecil dengan bilah yang berputar ketika terkena aliran udara, ada pula yang menggunakan motor listrik. Ilustrasi vortex generator Sementara vortex generator umumnya berupa bilah atau sirip yang dirancang untuk mengubah karakter aliran udara menjadi pusaran atau turbulensi. Perangkat tersebut biasanya dipasang di saluran intake, yakni jalur yang mengalirkan udara dari filter udara menuju throttle body. Beberapa produk aftermarket bahkan secara khusus dipasang di antara rumah filter udara dan throttle body. Cara Kerja Pada produk yang biasa disebut turbo ventilator, bentuknya umumnya menyerupai turbin atau kipas kecil yang ditempatkan di dalam saluran intake. Saat mesin mengisap udara, aliran tersebut membuat bilah pada perangkat berputar. Putaran bilah kemudian menghasilkan gerakan berputar pada aliran udara. Sejumlah produk aftermarket menyebut efek tersebut dapat membuat udara lebih mudah masuk dan membantu pencampuran udara dengan bahan bakar. Namun perlu dibedakan antara membuat aliran udara berputar dan meningkatkan jumlah udara yang benar-benar masuk ke mesin. Mesin mobil Toyota GR Corolla di IIMS 2026 Salah satu produk yang beredar di pasar, misalnya, dipasang di dalam selang saluran udara dan ditujukan untuk kendaraan dengan diameter intake tertentu. Adapun vortex generator memiliki prinsip yang sedikit berbeda. Perangkat ini tidak harus menggunakan kipas. Bentuknya dapat berupa bilah atau sirip kecil yang ditempatkan pada jalur udara untuk mengubah aliran udara yang semula relatif lurus menjadi aliran yang memiliki pusaran atau turbulensi. Tujuannya bukan semata-mata memasukkan udara sebanyak-banyaknya, tetapi mengatur karakter aliran udara. Secara teori, turbulensi tertentu di dalam sistem intake dapat membantu proses pencampuran udara dan bahan bakar serta memengaruhi proses pembakaran. Peningkatan Tenaga Turbo ventilator Kamal, pemilik Bengkel Kafka di Bogor, Jawa Barat, mengatakan perangkat pengatur udara, khususnya yang menggunakan sistem elektrik, dapat memberikan perubahan terhadap tenaga mesin. "Perangkat pengatur udara seperti turbo ventilator, turbo fan, atau vortex generator, kalau yang berbentuk elektrik, iya, dia meningkatkan, apa namanya, meningkatkan horsepower (Tk) intinya," kata Kamal kepada Kompas.com, Jumat pekan lalu. "Nah, di saat horsepower meningkat, suplai udara yang masuk ke dalam mesin lebih banyak, otomatis konsumsi BBM akan cenderung lebih irit, walaupun hanya sedikit," ujarnya. Pernyataan Kamal menunjukkan adanya perubahan performa yang ia lihat pada pengujian tertentu. Namun mesti dipahami, peningkatan tenaga tidak otomatis berarti konsumsi BBM turun. Misalnya, tambahan tenaga membuat mobil lebih responsif. Jika tenaga tersebut kemudian digunakan untuk berakselerasi lebih agresif, konsumsi BBM justru dapat meningkat. Karena itu, pengujian tenaga dan pengujian konsumsi BBM merupakan dua hal yang berbeda. Cek kerusakan mobil dari suara mesin. Ilustrasi mesin mobil knocking atau ngelitik. "Ini pernah ada pembuktiannya. Dulu saya melihat di acaranya Mike T. Carmods, YouTuber orang Australia. Dia melakukan tes, ditembak pakai angin besar ke dalam intake, ke dalam throttle body, saat di dyno itu ada peningkatan sekitar 3 sampai 5 Tk," katanya. "Jadi, ada perubahan, tapi tidak signifikan," ujar Kamal. Pandangan Lain Thayne Finsenda Lika, alias Ko Lung-Lung, pendiri dan pemilik Dokter Mobil, juga menilai klaim perangkat semacam ini tidak mudah disimpulkan secara umum. "Ini agak susah," kata Lung-Lung singkat. Sebab pengaruh perangkat pengatur aliran udara sangat bergantung pada desain mesin, sistem intake, diameter saluran, posisi perangkat, hingga karakter aliran udara sebelum mencapai throttle body. Ilustrasi vortex generator Pandangan lain disampaikan Arif dari Sinar Raya Motor, Bursa Otomotif Bintaro, Tangerang Selatan. Arif yang lama menjadi mekanik di bengkel resmi pabrikan Jepang mengatakan, kondisi komponen kendaraan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi konsumsi BBM. "Tapi salah satu faktornya adalah kondisi mesinnya sendiri. Kalau komponen mesinnya sudah mengalami keausan, dudukan atau mounting-nya sudah bermasalah, dan jalur-jalurnya juga bermasalah, itu kan bisa menjadi hambatan," katanya. Mesin yang mengalami keausan atau memiliki komponen yang tidak bekerja optimal dapat membuat kerja kendaraan menjadi tidak efisien. Begitu pula dengan komponen pendukung lain. Masalah pada sistem mesin, kelistrikan, hingga bagian yang menambah beban kerja kendaraan bisa berdampak terhadap konsumsi BBM. "Jadi, kalau disimpulkan, kondisi mesin harus dalam kondisi maksimal," ujar Arif. Bisa Bikin Irit? Perangkat pengatur aliran udara memang dapat mengubah karakter aliran udara di dalam saluran intake. Dalam kondisi dan desain tertentu, turbulensi atau pusaran udara juga dapat memengaruhi proses pencampuran dan pembakaran. Namun, hal tersebut berbeda dengan mengatakan perangkat aftermarket otomatis membuat mobil lebih irit. Untuk turbo ventilator atau turbo fan, pertanyaan utamanya adalah apakah perangkat tersebut benar-benar meningkatkan aliran udara yang berguna bagi mesin tanpa menciptakan hambatan yang lebih besar. Sementara pada vortex generator, pertanyaannya adalah apakah pusaran yang dihasilkan berada pada lokasi, intensitas, dan kondisi operasi yang tepat untuk memberikan keuntungan pada proses pembakaran.