Penjualan motor listrik Polytron mencatat pertumbuhan sekitar 50 persen pada semester I 2026. Perusahaan menilai peningkatan tersebut tidak hanya dipengaruhi insentif atau subsidi, tetapi juga semakin diterimanya produk motor listrik oleh konsumen. Head of Group Product EV 2W Polytron Ilman Fachrian Fadly mengatakan, penjualan motor listrik Polytron tahun ini diklaim menjadi yang tertinggi sejak perusahaan masuk ke segmen tersebut. “Pertumbuhan tahun ini sudah di angka 50-an persen. Tahun ini penjualan motor listrik ditargetkan 40.000 unit. Sementara total populasi sudah 70.000 unit. Ya sepanjang kami menjual motor listrik, penjualan tahun ini yang paling besar,” ujar Ilman di Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Sebagai pembanding, penjualan motor listrik Polytron sepanjang 2025 diperkirakan sekitar 33.000 unit. Dengan target 40.000 unit tahun ini, perusahaan membidik kenaikan sekitar 21 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Fox 350 Jadi Penopang Utama Salah satu faktor yang mendorong penjualan adalah penerimaan konsumen terhadap Fox 350. Model tersebut kini menjadi tulang punggung penjualan motor listrik Polytron dengan kontribusi lebih dari 90 persen. Ilman mengatakan, konsumen tidak selalu membeli motor listrik karena adanya subsidi. Menurut dia, faktor produk, kenyamanan, harga yang terjangkau, serta potensi penghematan biaya operasional turut menjadi pertimbangan. Polytron Fox 350 “Kan orang beli enggak tentu butuh subsidi, karena barangnya bagus, produknya bisa diterima, jadi karena Fox 350 ini bisa diterima saja. Banyak orang yang senang, pas, cocok, nyaman, affordable, bisa bikin hemat,” katanya. Saat ini, Fox 350 tersedia dalam skema sewa baterai dengan harga Rp 17 juta dan pembelian baterai Rp 29 juta. Operasional dan BBM Selain harga dan penerimaan produk, efisiensi biaya penggunaan juga menjadi salah satu alasan konsumen beralih ke motor listrik. Polytron Fox 350 Ilman memberikan gambaran, penggunaan Fox 350 untuk perjalanan sekitar 100 kilometer per hari pada hari kerja dapat memberikan penghematan yang signifikan dibandingkan motor bermesin pembakaran internal (ICE). “Kalau hitung-hitungan kan pakai Fox 350 selama satu tahun, kalau secara perjalanan sehari 100 Km dipakai Senin-Jumat, itu bisa terbeli lagi motornya, dibandingkan pakai ICE. Dan tahun ini BBM naik, itu juga pengaruh. Membuat konsumen beralih,” ujar Ilman. Dengan total populasi motor listrik Polytron yang telah mencapai sekitar 70.000 unit, perusahaan menilai pertumbuhan pasar mulai ditopang oleh pertimbangan penggunaan sehari-hari, bukan semata-mata karena program subsidi.