Akhir-akhir ini ada saja ulah yang dilakukan pengendara LCGC di jalan raya. Baru-baru ini, pengendara LCGC Toyota Calya nekat lawan arah hingga diamuk massa di Jalan Gunung Sahari, Jakarta.Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (25/2026) sore kemarin. Tampak mobil Calya berwarna hitam itu melawan arah, bahkan di jalanan yang padat. Mobil menabrak sejumlah motor dan berupaya menghindari kerumunan warga yang menyerang.Sejumlah warga mengejar mobil tersebut dengan memecahkan kaca mobil. Namun, mobil tersebut tetap melaju maju dan mundur untuk melarikan diri hingga menabrak mobil polisi. Beberapa waktu kemudian mobil terkepung dan dihentikan warga. Sebelumnya juga banyak kejadian pengendara LCGC lawan arah. Ada yang sampai marah-marah karena ditegur, bahkan berujung kekerasan.Aksi melawan arah itu menjadi pertanyaan banyak orang, kenapa pengendara pengendara LCGC sering berulah di jalanan? Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mungkin mereka pengguna LCGC yang berulah itu adalah pengguna baru kendaraan roda empat. Sayangnya, kebiasaan-kebiasaan buruk saat menggunakan sepeda motor terbawa ketika mengendarai mobil."Dengan maraknya LCGC dipakai ojol (taksi online-RED) memang banyak pengemudi-pengemudi pemula bermunculan. Mereka rata-rata tumbuh dari pengendara motor. Tahu dong motor jalannya kayak apa di sini? Jika ketemu hambatan, banyak yang harusnya menghindar, ngerem tapi ini malah ngeles ke kiri atau kanan. Sekalipun bahaya, motor itu kecil, masih excused lah. Tapi kalau sudah beralih ke mobil, bahaya," kata Sony kepada detikOto.Menurut Sony, siapa pun pengendaranya dan apa pun jenis kendaraannya jangan anggap remeh mengemudi. Pengemudi pemula pun harus mengubah perilakunya."Pertama tumbuhkan etika dalam berkendara. Kedua, pahami aturan berlalu lintas. Ketiga jangan pernah berhenti belajar," sebutnya.Sony berpesan kepada pengendara LCGC atau pengendara pemula untuk tidak bertindak sembarangan di jalan raya. Ada etika yang harus diketahui dan dijalankan. Termasuk saat bermanuver, berbelok, atau pindah lajur."Pindah lajur cek kaca spion, nyalakan sein dan bergerak jika kosong. Kedua, saat bingung berhenti di bahu jalan, nyalakan hazard dan cek aplikasi. Ketiga, sesuaikan kecepatan dengan aturan lalu lintas," pungkasnya.