Pebalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, melontarkan kritik keras setelah rekaman percakapannya dengan Fabio Di Giannantonio beredar ke publik. Bagnaia menilai tindakan DAZN (salah satu stasiun televisi Spanyol) tersebut sebagai sesuatu yang sama sekali tidak menghormati dirinya. Rekaman tersebut diambil setelah MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano. Dalam video itu, Bagnaia terdengar membicarakan kesulitannya bersama Ducati, termasuk soal perubahan setelan motor yang menurutnya tidak diizinkan oleh tim. Video tersebut kemudian menimbulkan sorotan karena Bagnaia terlihat seolah mengkritik Ducati. Menjelang MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring, Kamis (17/9/2026), Bagnaia akhirnya memberikan penjelasan mengenai percakapan tersebut. “Saya pikir berkali-kali yang ditanyakan kepada saya adalah, ‘Apakah tim mendukung Anda?’ Dan saya selalu mengatakan ya, tim melakukan yang terbaik untuk membantu saya,” ujar Bagnaia, dikutip dari Crash.net. “Setelah mengatakan hal itu, apa yang terjadi pada balapan terakhir di Misano, bagi saya, adalah tindakan yang sama sekali tidak menghormati dari DAZN," lanjutnya. Ia menegaskan bahwa ucapannya telah ditampilkan di luar konteks karena rekaman yang beredar tidak memperlihatkan keseluruhan percakapan. “Tapi memang seperti itu. Video dan rekamannya berada di luar konteks. Kami sedang membicarakan sesuatu, tidak sepenuhnya secara rahasia, tetapi secara pribadi karena kami sedang berbicara di sana," kata Bagnaia. “Tapi itu di luar konteks karena videonya tidak lengkap. Tentu saja, kata-kata terakhir yang saya ucapkan bukanlah kata-kata yang tepat, tetapi semua orang pasti mengalami masa-masa sulit dan semua orang bisa frustrasi. Dan terkadang Anda mengatakan sesuatu dengan cara yang salah," lanjutnya. Selebrasi Francesco Bagnaia usai memenangi Sprint Race MotoGP Austria 2024 di Sirkuit Red Bull Ring, 17 Agustus 2024. Terkini, Bagnaia menjadi pemenang balapan utama MotoGP Austria 18 Agustus 2024. (Photo by Jure Makovec / AFP) Penjelasan Bagnaia Bagnaia kemudian menjelaskan bahwa perkataannya bukan berarti Ducati tidak memberikan dukungan kepadanya. Menurut pebalap asal Italia tersebut, Ducati justru telah berusaha membantunya dalam menghadapi masalah yang dialami sepanjang musim. “Yang selalu saya katakan adalah Ducati sudah sangat mendukung saya, dan yang saya maksud adalah saya sudah beberapa kali melepas hal-hal tersebut, yang sekarang tidak lagi diizinkan Ducati untuk saya lakukan karena saya sudah melakukannya berkali-kali," kata Bagnaia. “Apa yang keluar dari mulut saya disampaikan dengan cara yang salah, tetapi apa yang terjadi setelahnya merupakan sebuah bencana bagi saya karena hal itu benar-benar tidak menghormati, dan hubungan antara jurnalis dan pebalap harus didasari rasa saling menghormati," lanjutnya. Bagnaia juga mengatakan dirinya selama ini berusaha menjaga hubungan baik dengan para jurnalis. Ia memahami peran media dalam menyampaikan informasi mengenai para pebalap kepada publik. Lebih Hati-hati dengan Media Insiden tersebut juga membuat Bagnaia mempertimbangkan untuk lebih membatasi pernyataannya kepada media. Ia menyadari ucapan pebalap dapat dipotong dan disajikan dalam konteks yang berbeda ketika dipublikasikan. “Jelas bahwa kalian (media) bisa mengambil kata-kata kami dan memasukkannya ke internet dengan cara yang kalian inginkan, karena Anda bisa mengatakan tiga kata dan menghasilkan dua konteks yang sepenuhnya berbeda, baik secara positif maupun negatif,” kata Bagnaia. “Kalianlah yang perlu transparan mengenai hal itu dan memahami apa yang kami katakan. Tapi, saya tahu bahwa terkadang penting untuk memiliki judul clickbait yang menarik karena memang begitulah cara kerjanya," kata dia. Ducati mempertahankan gelar juara dunia MotoGP lewat Francesco Bagnaia Hubungan Bagnaia dengan Ducati tetap baik Di tengah polemik tersebut, Bagnaia memastikan hubungannya dengan Ducati tidak mengalami masalah. Ia bahkan mengatakan sudah membicarakan persoalan tersebut dengan pihak tim. “Tentu saja (Ducati memahami sudut pandang saya) karena kemarin kami membicarakannya. Wajar jika melihat cara penyampaiannya di televisi, semuanya terlihat buruk," ucap Bagnaia. “Tapi mereka juga memiliki wawancara pada Jumat dan Minggu, dan apa yang saya katakan dalam wawancara tersebut adalah bahwa Ducati mendukung saya. Saya meminta maaf atas kata-kata yang saya ucapkan, tetapi saya juga tahu betapa pentingnya hubungan tersebut dan hubungan kami tetap baik. Jadi, tidak ada yang berbeda dari sebelumnya," lanjutnya. Bagnaia sendiri tengah menjalani periode sulit bersama Ducati. Ia gagal finis dalam tiga seri Grand Prix terakhir setelah mengalami kecelakaan, sementara dirinya juga masih berusaha menemukan solusi atas masalah grip ban belakang pada Desmosedici GP. Kini, Bagnaia akan kembali berusaha memperbaiki performanya pada MotoGP Austria 2026 yang berlangsung di Red Bull Ring, 18-20 September.