28/03/2025

Kesalahan Pengemudi Saat Berkendara di Jalan Tol

mengemudi di jalan tol, berkendara di jalan tol, kebiasaan buruk pengemudi, Kesalahan Pengemudi Saat Berkendara di Jalan Tol

Pengemudi kerap melakukan kesalahan ketika sedang berkendara di jalan tol. Akibatnya, kecelakaan bisa terjadi.

Kesalahan bisa berupa kelalaian, bahkan sengaja mengabaikan faktor keselamatan. Berikut ini kebiasaan buruk pengemudi di jalan tol 

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia mengatakan, beberapa pengendara di jalan tol mengabaikan faktor keselamatan, sehingga memicu hilangnya kendali atas suatu mobil.

"Aktivitas yang dilakukan sambil mengemudi dapat membuat arah laju kendaraan tidak terkontrol, seperti main ponsel dan sejenisnya, akibat fokus yang terpecah,” ucap Sony kepada Kompas.com, belum lama ini.

Sony mengatakan, main ponsel dapat mengurangi penguasaan kendaraan dan kemampuan reaksi akibat konsentrasi pengemudi terbagi. Akibatnya, pengemudi berpotensi melakukan manuver di luar kendali.

"Sangat dilarang main ponsel sambil mengemudi, pengemudi tidak mampu mengendalikan kendaraan karena tidak siap, bisa juga melakukan pengereman mendadak tanpa melihat, terkaget karena manuver pengendara lain,” ucap Sony.

mengemudi di jalan tol, berkendara di jalan tol, kebiasaan buruk pengemudi, Kesalahan Pengemudi Saat Berkendara di Jalan Tol

Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemudik Lebaran 2025 yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni, petugas membuka gerbang tol tambahan.

Sony mengatakan, manuver kecil yang dilakukan pengemudi saat mobil melaju pada kecepatan tinggi dapat mengakibatkan risiko besar.

Selain main ponsel, menurut Sony, pengemudi kerap mengabaikan bahaya microsleep. Jalan panjang dan cenderung lancar bisa membuat pengemudi terlena, sehingga terus memacu kendaraan tanpa memikirkan waktu istirahat.

“Kejadian microsleep kerap tidak disadari. rata-rata mereka sadar ketika sudah kejadian kecelakaan, karena lemahnya reaksi pengemudi dalam berpikir jernih," ucap Sony.

Sony mengatakan, mempertahankan tetap mengemudi atau menyiasati kantuk dengan cara-cara tertentu tidak bisa mengatasi microsleep.

"Jika ngantuk datang, segera ambil sikap untuk berhenti 3 sampai menit, keluar mobil untuk merangsang otot dan syaraf supaya otak mendapatkan oksigen dan mampu ke rest area terdekat," ucap Sony.

Sony mengingatkan kepada pengendara bahwa melakukan management perjalanan yang baik dengan cara mengatur durasi istirahat itu penting.

"Durasi istirahat yang diatur ya, bukan durasi mengemudinya, mengemudi sesuaikan dengan kemampuan atau maksimal 3 jam dengan diselingi istirahat 15 - 30 menit (jika tidak memutuskan untuk tidur)," ucap Sony.

Sony mengatakan keselamatan berkendara salah satunya didapat dari istirahat yang benar. Banyak pengemudi masuk rest area tapi tidak efektif istirahatnya.

Categories

Tags

© TopCarNews Network. All Rights Reserved. Designed by TopCarNews