Segmen mobil listrik dengan harga terjangkau kian ramai. Jika beberapa tahun lalu banderol kendaraan listrik masih identik dengan angka Rp 300 jutaan ke atas, kini konsumen sudah bisa melirik model di kisaran Rp 100 jutaan hingga Rp 200 jutaan. Beberapa pabrikan menawarkan strategi berbeda untuk menekan harga, mulai dari ukuran kendaraan yang lebih ringkas hingga skema berlangganan baterai. Berikut ini tiga pilihan mobil listrik yang bermain di rentang tersebut. 1. BYD Atto 1 Dynamic – Rp 199 juta BYD Atto 1 di IIMS 2026 Model ini menjadi salah satu opsi terbaru dari BYD di segmen entry-level. Secara desain, Atto 1 tampil kompak dengan karakter urban car yang cocok untuk mobilitas dalam kota. Dimensinya ringkas, sehingga memudahkan manuver di jalan sempit maupun saat parkir. Meski masuk kategori paling terjangkau di lini BYD, tampilan eksteriornya tetap modern dengan lampu LED dan grille tertutup khas mobil listrik. Untuk kebutuhan harian, Atto 1 Dynamic menyasar pengguna yang menginginkan kendaraan praktis dan bebas emisi. Dengan harga Rp 199 juta, model ini menjadi pintu masuk ke ekosistem kendaraan listrik BYD di Indonesia. 2. Changan Lumin – Rp 178 juta Changan Lumin ElectroRush Pilihan berikutnya datang dari Changan melalui Lumin. Mobil listrik mungil ini dibanderol Rp 178 juta, menjadikannya salah satu yang paling terjangkau di pasar saat ini. Lumin mengusung desain yang unik dan mengarah ke city car murni. Posturnya kecil dengan gaya membulat, cocok untuk penggunaan harian di area perkotaan yang padat. Sebagai kendaraan listrik yang ringkas, Lumin menitikberatkan pada efisiensi dan kemudahan pengisian daya di rumah. Dengan harga di bawah Rp 180 juta, model ini bisa menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin beralih ke EV dengan bujet terbatas. 3. VinFast VF 3 – Rp 152 juta (berlangganan baterai) / Rp 192,28 juta (termasuk baterai) Vinfast VF3 Opsi menarik lainnya hadir dari VinFast melalui VF 3. Mobil ini ditawarkan dengan dua skema harga, yakni Rp 152 juta dengan sistem berlangganan baterai, serta Rp 192,28 juta jika baterai dibeli sekaligus. Strategi baterai berlangganan membuat harga awalnya lebih rendah, sehingga mendekati segmen Rp 100 jutaan. Skema ini bisa menjadi solusi bagi konsumen yang ingin menekan biaya pembelian awal. Secara tampilan, VF 3 hadir dengan desain mini SUV yang tangguh dan proporsional. Ground clearance relatif tinggi serta bentuk bodi yang mengotak memberi kesan berbeda dibanding city car konvensional. Mana yang Paling Menarik? Pada rentang harga Rp 100 jutaan hingga Rp 200 jutaan, masing-masing model menawarkan pendekatan berbeda. Changan Lumin unggul dari sisi harga paling terjangkau. VF 3 menawarkan fleksibilitas lewat skema langganan baterai. Sementara BYD Atto 1 Dynamic, menjadi opsi bagi yang menginginkan merek global dengan jaringan yang terus berkembang. Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan. Jika fokus pada mobilitas harian di dalam kota, ketiganya sudah cukup memadai. Namun, pertimbangan seperti jarak tempuh, kapasitas baterai, jaringan layanan purna jual, serta skema kepemilikan menjadi faktor penting sebelum memutuskan. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang