Suku cadang atau spare part menjadi komponen wajib yang perlu diperhatikan pemilik kendaraan saat melakukan perawatan berkala. Beberapa merek mobil asal Jepang umumnya mudah ditemui suku cadangnya di pasaran dengan harga relatif terjangkau, terutama jika dibandingkan dengan keluaran Eropa. Namun, dari sekian banyak merek Jepang, Nissan kerap diperbincangkan karena dianggap memiliki harga suku cadang yang relatif mahal. Menguji suspensi Nissan Grand Livina L11 bekas di jalan keriting Awet Tapi Harga Tinggi Juned, Pemilik Toko Auto Service spesialis kaki-kaki mobil di Pasar Mobil Kemayoran, mengungkapkan bahwa untuk bagian kaki-kaki, komponen Nissan memang terbukti tangguh namun dibanderol dengan harga lebih tinggi. “Kalau kaki-kaki yang awet itu Nissan, cuma spare part-nya tinggi, mahal. Bisa dua kali lipat dari mobil Jepang lain,” ujar Juned kepada Kompas.com belum lama ini. Pendapat berbeda disampaikan oleh Egy, pegawai Toko spesialis Nissan dan Datsun Jaya Abadi di Mal Atrium Senen. Menurutnya, mahal tidaknya spare part Nissan bisa dibandingkan dengan mobil merek lain, tapi di atasnya. “Enggak juga, kalau mau Livina yang 1.5, bisa dibandingkan dengan Innova,” kata Egy kepada Kompas.com. Egy menjelaskan, kekeliruan persepsi sering terjadi karena konsumen membandingkan mobil dari segmen atau kelas yang berbeda hanya berdasarkan ukuran fisik semata. “Harga kampas rem, taruh lah yang KW Rp 250.000. Innova juga segitu. Tapi kalau yang ori, kampas rem depan itu sekitar Rp 900.000-an,” ucapnya. “X-Trail dengan CR-V, itu enggak beda jauh (harganya). ‘Livina dengan Calya kok beda jauh’, ya jangan lihat bentuknya saja,” tambah Egy. Nissan Serena C24 milik Khalif. Tersedia Pilihan Alternatif Selain faktor perbandingan kelas kendaraan, konsumen sebenarnya juga diberikan keleluasaan dalam memilih suku cadang sesuai kantong. Di pasaran, ketersediaan suku cadang tidak hanya terbatas pada produk orisinal, tetapi juga opsi kualitas di bawahnya yang lebih terjangkau. Sebagai contoh pada komponen radiator, bawaan aslinya menggunakan merek Koyorad. Namun, terdapat alternatif lain seperti merek Runner yang dijual lebih murah sehingga pemilik kendaraan dapat menyesuaikannya dengan anggaran.