JAKARTA, KOMPAS.com - Beredar di media sosial video yang memperlihatkan sebuah motor listrik berwarna hitam terbakar di kawasan Grand Wisata, Tambun Selatan, Bekasi.
Dalam unggahan akun Instagram @wargamustikajaya, Kamis (5/11/2026), terlihat api muncul dari bagian bagasi motor listrik yang sedang terparkir di area pertokoan.
“Sebuah Motor Listrik yang terparkir di pertokoan Grand Wisata, Tambun Selatan mengeluarkan api dari dalam bagasi, disekitar nampak beberapa orang mengawasi dan membantu memadamkan menggunakan APAR, ” tulis unggahan tersebut
View this post on Instagram
A post shared by Warga Mustikajaya (@wargamustikajaya)
Dijelaskan juga, pemilik kendaraan yang berdiri di samping motor juga terlihat berusaha mematikan sistem kendaraan melalui aplikasi di ponsel.
“Pemilik kendaraan yang berdiri disamping kendaraan mencoba mematikan sistem lewat aplikasi di ponselnya,” ucapnya.
Kronologi Motor Listrik Sebelum Terbakar
Adapun, unggahan akun Instagram @pelantapikencang pada Rabu (4/11/2026), sekaligus bengkel yang menangani motor listrik tersebut, menjelaskan kronologi sebelum motor listrik tersebut terbakar.
Berdasarkan keterangannya, masalah pada motor sebenarnya sudah muncul sejak beberapa bulan sebelumnya.
Kendaraan itu sempat mengalami kode error DTC 013 dan kerap mati secara tiba-tiba saat digunakan.
Pemilik motor kemudian sempat melakukan remap, reflash, hingga mengganti battery management system (BMS) di bengkel lain. Namun, gejala motor mati ketika dikendarai masih terjadi.
View this post on Instagram
A post shared by Delbi Raduenly (@pelantapikenceng)
Dalam unggahan tersebut dijelaskan, motor masih menggunakan controller standar yang telah di-remap atau reflash.
Sementara itu, sel baterainya masih bawaan pabrik, tetapi BMS sudah diganti dengan produk aftermarket.
Pemilik kemudian membawa motor tersebut ke bengkel yang mengunggah kronologi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah diperiksa, ditemukan kesalahan pada perangkat lunak dengan keterangan MOE Current Protect. Pihak bengkel kemudian mencoba melakukan remap dengan menurunkan beberapa pengaturan.
Motor selanjutnya diuji dengan jarak lebih dari 4 kilometer dan kecepatan puncak di atas 100 kilometer per jam. Dalam pengujian tersebut, tidak ditemukan masalah.
Setelah tiba di tujuan, motor dibiarkan selama sekitar dua jam tanpa disentuh.
Namun, saat hendak digunakan kembali dan kontak dinyalakan, controller disebut langsung meletup dan mengeluarkan api.
Upaya mematikan api sempat dilakukan, tetapi api kembali menyala karena arus listrik dari baterai masih mengalir.
Akhirnya baterai dimatikan melalui perangkat lunak, dan setelah itu api berhasil dipadamkan dan tidak kembali menyala.
Sementara itu, Hernest, pemilik bengkel spesialis motor listrik Battery Electric Motion (BEMo), mengatakan, kemungkinan besar menggunakan aplikasi di handphone untuk meng-close arus ampere atau voltase yang keluar.
“Makanya dia butuh Hp untuk mematikan karena ada di IoT. Jadi dia matiin itu dulu supaya arusnya tidak keluar dari baterai ke kontroler, karena yang kebakaran itu adalah kontroler,” ucapnya kepada Kompas.com, Kamis (5/11/2026).
Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya memastikan kondisi komponen kelistrikan dan sistem baterai motor listrik tetap sesuai standar, terutama setelah dilakukan modifikasi atau penggantian komponen.