JAKARTA, KOMPAS.com – Kendaraan listrik personal atau Personal Electric Vehicle (PEV) mulai menjadi salah satu alternatif mobilitas bagi sebagian masyarakat perkotaan, termasuk mereka yang menggunakannya untuk perjalanan sehari-hari.

Pilihan kendaraan yang digunakan pun beragam, mulai dari skuter listrik, electric unicycle (EUC), hingga papan seluncur listrik.

Seiring berkembangnya penggunaan kendaraan tersebut, muncul komunitas yang menjadi wadah untuk saling berbagi informasi, pengalaman, hingga membantu mengatasi kendala teknis.

Salah satunya EvRyde Indonesia, komunitas pengguna kendaraan listrik personal yang kini memiliki sekitar 300 anggota dari berbagai daerah.

Pendiri EvRyde Indonesia, Andika Bayu Pratama (40), mengatakan komunitas ini berawal dari sulitnya mendapatkan informasi mengenai skuter listrik ketika jumlah penggunanya masih terbatas.

"Dulu di Indonesia itu pengguna skuter listrik masih terbatas, cari informasi juga susah," ujar Bayu kepada Kompas.com di ajang PEVS 2026, Minggu (1/11/2026).

Bayu yang juga berprofesi sebagai kreator konten kemudian mulai membagikan informasi mengenai kendaraan listrik personal melalui media sosial.

Dari aktivitas tersebut, komunikasi antarpengguna mulai terbangun. Mereka saling bertukar informasi mengenai spesifikasi kendaraan, cara penggunaan, hingga tempat perbaikan ketika mengalami masalah.

Setelah beberapa waktu berkumpul secara informal, EvRyde Indonesia akhirnya resmi dideklarasikan pada April 2026.

Saat ini, komunitas tersebut memiliki sekitar 300 anggota dengan konsentrasi terbesar di wilayah Jabodetabek.

Anggotanya juga tersebar di sejumlah daerah lain, seperti Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, hingga Bali.

Rutin Berkumpul dan Berbagi Pengalaman

Selain berkomunikasi melalui grup, anggota EvRyde juga memiliki agenda pertemuan rutin setiap Jumat malam di Gudda Coffee, Wisma Serbaguna Senayan, Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 17.30 hingga 21.00 WIB tersebut menjadi kesempatan bagi anggota untuk bertukar pengalaman sekaligus mengenalkan kendaraan listrik personal kepada masyarakat yang tertarik mencobanya.

Tidak hanya membahas penggunaan kendaraan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk membantu anggota yang mengalami kendala teknis.

Menurut Bayu, sebagian masalah kendaraan dapat ditangani melalui diskusi di grup maupun pemeriksaan langsung saat anggota berkumpul.