Aksi kekerasan di jalan raya (road rage) kembali terjadi di Bekasi Selatan, di mana seorang sopir angkot nekat melakukan perusakan terhadap mobil Suzuki XL7 milik seorang warga yang sedang melintas bersama keluarganya. Insiden yang dipicu dari saling serobot di tengah kemacetan ini berujung pada pecahnya talang air serta pintu mobil yang penyok. Berkaca dari kejadian tersebut, kesadaran untuk melindungi diri di jalan raya menjadi hal yang krusial. Salah satu alat bantu yang kini marak digunakan dan dinilai sangat efektif adalah kamera pemantau perjalanan atau dashcam. Dashcam 70mai T400 Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu sangat merekomendasikan agar seluruh pengguna kendaraan memasang dashcam di mobilnya. Menurutnya, perangkat ini bukan sekadar aksesori elektronik, melainkan memiliki fungsi vital yang melindungi pengendara dari dua sisi, yakni hukum dan psikologis. Alat Bukti Hukum yang Kuat untuk Mengamankan Posisi Jusri menjelaskan bahwa fungsi utama dari dashcam secara legalitas adalah sebagai penyedia alat bukti yang sangat membantu ketika terjadi perselisihan atau kasus hukum di jalan raya. "Alat ini akan melindungi dan menempatkan diri kita dalam posisi yang benar secara hukum. Jadi kita kembalikan masalahnya kepada domain penegak hukum yang menentukan salah dan benar," ujar Jusri kepada Kompas.com, Senin (13/7/2026). Dalam kasus seperti perusakan mobil oleh sopir angkot, rekaman video dari dashcam bisa menjadi bukti otentik yang tidak bisa disangkal di mata polisi, sehingga korban tidak perlu beradu argumen tanpa dasar yang jelas di tempat kejadian perkara (TKP). Efek Psikologis Meredam Ego dan Perilaku Liar Menariknya, Jusri menyebut bahwa dashcam juga membawa dampak psikologis yang sangat besar bagi pengemudi yang memasangnya. Sadar bahwa segala tindakan di depan mobil sedang direkam, pengemudi justru akan menjadi lebih tenang dan menahan diri untuk tidak berbuat salah. "Efek psikologis dari dashcam membuat emosi kita langsung cool down. Kita akan meredam tindakan-tindakan liar yang seharusnya muncul di dalam diri kita saat kita merasa tertindas di jalan raya," tutur Jusri. Dengan demikian, pemasangan dashcam tidak hanya mengamankan pengemudi dari jeratan hukum yang salah, tetapi secara tidak langsung melatih kesabaran untuk mengalah demi keselamatan bersama di ruang publik.