Baterai menjadi salah satu komponen penting pada motor listrik. Namun, seiring penggunaan, baterai bisa mengalami berbagai kondisi, salah satunya kembung. Baterai yang mengalami pembengkakan tentu perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi tanda adanya masalah pada kondisi baterai. Pemilik Bogor Battery Electric Motion (BEMo), Hernest, mengatakan, baterai bisa kembung karena terdapat gas yang terbentuk dari proses di dalam baterai. "Kenapa sih baterai itu bisa kembung? Karena ada gas. Gas hasil dari proses charging dan discharging," kata Hernest kepada Kompas.com, belum lama ini. Ilustrasi baterai motor listrik Alva Dia menjelaskan, proses charging merupakan kondisi ketika baterai menerima voltase, sedangkan discharging terjadi ketika baterai mengeluarkan voltase. "Kalau charging itu menerima voltase, kalau discharging itu mengeluarkan voltase," katanya. Menurut Hernest, proses charging dan discharging tersebut berkaitan dengan terbentuknya gas di dalam baterai. Gas yang terbentuk kemudian dapat menyebabkan baterai mengalami pembengkakan. Hernest sebelumnya juga menjelaskan, jenis baterai yang digunakan kendaraan turut memengaruhi risiko kerusakan. Motor listrik dengan baterai lithium umumnya sudah dilengkapi Battery Management System (BMS) yang membantu mencegah pengisian berlebih atau overcharge. Sementara itu, baterai SLA (Sealed Lead Acid) tidak menggunakan sistem BMS seperti pada baterai lithium. Jika baterai SLA terus terhubung dengan charger meski sudah penuh, sel baterai dapat mengalami kerusakan hingga menyebabkan baterai kembung.