Tren bus di 2026 diprediksi akan memberikan penumpang rasa yang nyaman sepanjang perjalanan. Salah satunya PO bus mulai menggunakan private cabin seperti di kereta kompartemen. Bukan bangku lagi yang disusun berjejer, bersebelahan dengan orang, tapi masing-masing penumpang punya satu kabin privat. Isinya bangku berukuran besar yang bisa jadi sleeper serta ada pintu sebagai batas privasi. Yohan Wahyudi, Direktur Utama Karoseri Tentrem mengatakan, inovasi private cabin di bus bisa memberi nilai lebih ke PO dan penumpang yang naik. "Saya kemarin bikin, Avante Multiclass, di belakang ada sleeper dan paling ujung ada satu private cabin. Begitu saya tanya ke pemiliknya, dia bilang biar menarik penumpang, ada nilai lebih meski duduk paling belakang," kata Yohan kepada Kompas.com, Rabu (14/1/2026). Yohan menjelaskan, penumpang yang sudah pernah merasakan kompartemen di kereta, akan senang dan pesan lagi. Makanya sekarang beberapa PO mulai meminta private cabin saat membeli bodi bus. "Kalau di kami, bisa buatkan di paling depan sendiri, sejalan dengan tema the best view experience. Bisa juga di lantai bawah bus tingkat, diisi empat kabin privat," kata Yohan. Jika semakin ramai konsep bus dengan kabin privat, maka okupansi sekali jalan bisa selalu penuh. Karena satu bus cuma bisa diisi beberapa kabin saja, seperti milik Juragan 99 Trans terbaru, bus tingkat tapi cuma diisi 19 private cabin. "Kalau okupansi selalu penuh dan jadi waiting list, seharusnya mengangkat citra merek dari PO-nya kan," kata Yohan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang