Ilustrasi mengisi BBM di SPBU Informasi harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu yang paling banyak dicari masyarakat menjelang mudik Lebaran. Perbedaan tarif di tiap daerah membuat pemudik perlu menghitung biaya secara lebih cermat, terutama untuk rute lintas provinsi. Data terbaru yang dilihat VIVA Otomotif di laman resmi Pertamina, Selasa 17 Maret 2026 menunjukkan BBM non-subsidi masih memiliki selisih antar wilayah. Jenis seperti Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, dan Pertamax dipasarkan dengan angka berbeda, dipengaruhi distribusi dan kondisi geografis masing-masing daerah. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di DKI Jakarta, Pertamax Turbo dijual Rp13.100 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 berada di angka Rp12.900 per liter. Untuk Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.Angka serupa juga berlaku di wilayah Pulau Jawa seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Keseragaman ini terjadi karena dukungan infrastruktur dan distribusi yang lebih merata.Sementara itu, Sumatera dan sebagian Kalimantan mencatat angka lebih tinggi. Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau misalnya, Pertamax Turbo mencapai Rp13.650 per liter, dengan Pertamax di level Rp12.900 per liter.Kondisi serupa terlihat di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Kenaikan tersebut dipengaruhi faktor geografis serta jalur distribusi energi yang lebih kompleks.Di sisi lain, ada wilayah dengan tarif lebih rendah karena status khusus, seperti Free Trade Zone (FTZ) Batam. Di kawasan ini, Pertamax Turbo dijual sekitar Rp12.400 per liter, sedangkan Pertamax berada di kisaran Rp11.750 per liter.Untuk kawasan Indonesia Timur seperti Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua, kisaran harga berada di level Rp13.350 per liter untuk Pertamax Turbo dan Rp12.600 per liter untuk Pertamax. Namun, tidak semua daerah menyediakan varian dengan oktan lebih tinggi tersebut. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Sementara itu, Pertalite sebagai BBM subsidi tetap dipatok Rp10.000 per liter di seluruh Indonesia. Kebijakan ini menjaga keterjangkauan bagi masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas menjelang libur panjang.Perbedaan harga antar wilayah ini menjadi perhatian bagi pemudik dalam menyusun rencana mudik. Dengan memahami kisarannya, pengguna kendaraan dapat mengatur strategi pengisian bahan bakar agar lebih efisien selama di jalan.