Nissan Serena e-Power muncul sebagai salah satu Multi Purpose Vehicle (MPV) pintu geser yang mengandalkan teknologi hybrid untuk efisiensi yang lebih baik. Tidak sedikit orang yang memilih mobil keluarga ini karena memiliki kabin yang lega dan karakter berkendara yang dikenal nyaman. Namun, bagaimana kesan pemilik yang sudah memakainya dalam kehidupan sehari-hari? Bintang Alfikri, pemilik Nissan Serena e-Power 2024 yang sudah memakai mobil ini selama satu tahun, menceritakan pengalamannya menggunakan mobil hibrida mode serial dari pabrikan asal Jepang ini. Bintang menjelaskan, salah satu alasan ia kembali memilih Serena adalah karena mobil keluarga ini menawarkan kapasitas besar yang sesuai kebutuhan. Nissan Serena ePower Ia juga sudah familiar dengan model ini sejak dulu. “Alasan memilih Serena e-Power adalah karena mobil keluarga yang kapasitasnya besar, dan sebelumnya saya juga sempat punya di tahun 2011,” ujar Bintang kepada Kompas.com, Selasa (9/12/2025). Dengan pengalaman pernah memakai Serena generasi sebelumnya, transisi ke model e-Power terasa natural. Teknologi hybrid justru menjadi poin yang membuat Bintang semakin mantap karena menjanjikan konsumsi BBM yang lebih baik. Menurut Bintang, Serena e-Power tetap mempertahankan ciri khas MPV keluarga yang nyaman. Suspensinya dinilai lembut dan cocok untuk perjalanan bersama keluarga. Nissan Serena ePower Kinerja mesin hybrid juga membuat karakter berkendara meningkat. “Kelebihan, nyaman suspensinya dan juga kombinasi bahan bakar yang sangat baik bisa sampai 1:20 (20 km per liter),” kata Bintang. Ia kemudian membandingkannya dengan pengalaman memakai Serena lama pada 2011 silam. “Kalau dulu saya pakai Serena, konsumsi BBM-nya sekitar 1:8 (8 km per liter). Tapi rasa berkendara secara karakter hampir sama dengan model lama, cuma mungkin mesinnya lebih smooth saja karena hybrid, lebih responsif juga,” kata dia. Bintang juga mencatat sedikit perubahan pada karakter suspensi. “Kalau untuk bantingan, saya merasa Serena yang sekarang bantingannya lebih rigid,” ucap Bintang. Menjadi MPV besar tentu membawa konsekuensi. Bintang menilai, kekurangan Serena e-Power ada pada body roll. Dimensinya yang tinggi membuat mobil lebih mudah limbung saat berbelok cepat atau berpindah jalur. “Kekurangan karena body-nya yang besar jadi cukup terasa body roll-nya,” ujar Bintang. Selain itu, ia juga menilai bahwa tampilan interiornya tidak terlalu memikat dibandingkan kompetitor di segmen serupa. Hanya sebatas fungsional saja, tidak semewah para rivalnya. Setahun bersama Serena e-Power membuat Bintang menilai mobil ini cocok untuk keluarga yang mengutamakan ruang, kenyamanan, dan efisiensi bahan bakar. Mesin hybrid membuat performa lebih halus dan responsif, sementara konsumsi BBM lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan karakter bodinya yang besar, sehingga body roll cukup terasa, serta desain interior yang tampilannya belum terlalu menggugah. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang