Maextro S800 China semakin percaya diri dalam menghadirkan mobil listrik mewah yang siap menantang dominasi merek premium asal Eropa. Salah satu contohnya adalah Maextro S800, sedan elektrik kelas atas yang mengusung kemewahan ala Bentley dan kenyamanan bak limusin papan atas. Mobil ini hadir sebagai simbol kemampuan teknologi otomotif Negeri Tirai Bambu yang semakin matang. Harga yang ditawarkan pun membuat banyak orang melirik, karena masih lebih terjangkau dibanding rival Jerman. Disadur VIVA Otomotif dari Insideev, Rabu 10 Desember 2025, banderol mobil ini mulai dari 700 ribuan yuan atau setara Rp1,6 miliar.Dengan pilihan banderol yang kompetitif, konsumen bisa mendapatkan tampilan dan fitur yang terasa jauh lebih mahal dari nilai sebenarnya. Ini menjadi salah satu keunggulan produsen otomotif China yang terus memaksimalkan value for money. Maextro S800 Secara desain, S800 membawa pendekatan elegan dengan bodi besar dan garis yang sederhana namun berwibawa. Siluetnya membuat sedan ini tampak seperti mobil ultra-luxury Eropa, sehingga tak sulit bagi publik untuk terkesan pada pandangan pertama. Kehadirannya di jalan sudah cukup menjadi pernyataan gaya hidup kelas atas. Masuk ke dalam kabin, pengalaman mewah langsung terasa berkat material berkualitas tinggi dan teknologi modern. Area penumpang belakang dibuat sangat nyaman layaknya ruang eksekutif pribadi. Fitur hiburan dan kontrol kursi canggih menambah sensasi eksklusif yang jarang ditemui di model sekelasnya. Maextro S800 juga menawarkan paket performa yang tak kalah menggiurkan. Versi full electric dibekali baterai berkapasitas besar dan motor ganda yang memastikan akselerasi kuat. Untuk mereka yang ingin jangkauan lebih jauh, tersedia pula opsi range extender yang mengombinasikan mesin kecil sebagai generator listrik. Menariknya, varian tertinggi memakai tiga motor listrik dengan tenaga super besar untuk memanjakan pengemudi. Akselerasi ke 100 km/jam tetap gesit meski bobot mobil tergolong masif. Ini menunjukkan bahwa kenyamanan dan performa bisa berjalan berdampingan dalam satu kendaraan.Jika model sekelas BMW i7 atau Mercedes-Benz EQS jadi benchmark, maka China kini benar-benar mampu bersaing. Yang membuatnya unik adalah keberanian menawarkan konfigurasi teknologi berbeda dibanding rival Eropa. Hal ini dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen yang ingin tampil beda.