Penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan taksi online semakin mudah ditemui di Jakarta. Namun, bertambahnya populasi kendaraan listrik juga membawa tantangan baru bagi para pengemudi, terutama terkait ketersediaan dan keandalan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Berdasarkan pantauan Kompas.com di SPKLU Urban Hub Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (1/10/2026), sejumlah titik pengisian daya dipenuhi mobil listrik yang digunakan sebagai taksi online. BYD Atto 1 menjadi salah satu model yang banyak terlihat. Ivan (29), pengemudi asal Cilandak, Jakarta Selatan, mengatakan dirinya biasa memantau ketersediaan charger melalui aplikasi sebelum menuju SPKLU. "Pas datang dari 12 stasiun pengisian untungnya kosong satu, jadi enggak antre. Ini sedang ngecas 40 menit dari baterai 50 persen," ujar Ivan kepada Kompas.com. Menurut Ivan, persoalan yang ditemui pengemudi bukan hanya antrean. Kondisi charger yang sedang dalam perawatan juga dapat menghambat aktivitas mereka. "Kendala kalau mau ngecas itu biasanya lagi maintenance. Harapannya unit SPKLU diperbanyak karena beberapa kali masih suka antre," kata Ivan. Keluhan serupa disampaikan Iksan (50), pengemudi asal Bekasi, Jawa Barat. Saat ditemui di Urban Hub Palmerah, Iksan mengaku sempat menunggu sekitar lima menit sebelum mendapatkan charger. "Baru ngecas 15 menit dari 40 persen mau sampai 50 persen. Pernah dapat SPKLU lain antre bisa 30 menit karena charger-nya cuma sedikit, satu atau dua," ujar Iksan. Menurut Iksan, penambahan SPKLU sebaiknya tidak hanya dilakukan di pusat Jakarta. Infrastruktur pengisian daya juga dibutuhkan di kawasan penyangga karena mobil listrik semakin banyak digunakan pengemudi taksi online. "Sebagai driver online saat ini banyak yang pakai EV. Kalau bisa diperbanyak di pinggiran kota, karena sekarang banyaknya di tengah kota Jakarta," ucapnya. Persoalan lain disampaikan April (39), pengemudi asal Rawamangun, Jakarta Timur. Menurut dia, informasi kondisi SPKLU yang tersedia melalui aplikasi terkadang belum sesuai dengan kondisi di lapangan. "Saya pernah baru datang ke SPKLU, ternyata lagi maintenance dan belum terbarui di aplikasinya kalau maintenance," kata April. Untuk mengurangi risiko mendatangi SPKLU yang tidak dapat digunakan, April biasanya memetakan beberapa alternatif lokasi pengisian melalui PLN Mobile maupun aplikasi milik penyedia SPKLU swasta. PT Niscala Energi Indonesia melalui merek iGreen+ menambah jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Jakarta. Antrean di Pagi Hari Kondisi berbeda ditemukan Kompas.com di salah satu SPKLU yang berada di restoran cepat saji kawasan Jalan Daan Mogot, Pesing, Jakarta Barat. Ipul (45), juru parkir di lokasi tersebut, mengatakan antrean pengisian daya biasanya terjadi pada pagi hari. Penggunanya banyak berasal dari kalangan pengemudi taksi online.