Panas berlebih pada mobil listrik dapat membuat baterai EV bermasalah dan cepat rusak. Sementara proses kerjanya, ketika baterai sedang diisi atau dipakai dapat menghasilkan panas secara alami. Maka dari itu, pada baterai mobil listrik terdapat sistem pendingin, berupa cairan radiator atau coolant yang berperan mengontrol suhu baterai. Berikut cara mencegah baterai mobil listrik (BEV) mengalami overheating, baik saat digunakan maupun saat pengisian daya. Wahyu Tri, Service Advisor Chery Solo mengatakan kenaikan suhu baterai pada mobil listrik harus terkendali, jangan sampai mengalami panas berlebih atau overheating. “Sebaiknya cairan pendingin baterai dan motor ini diganti secara berkala, mengikuti buku padoman perawatan atau sesuai rekomendasi pabrikan, agar baterainya awet,” ucap Wahyu kepada KOMPAS.com, Jumat (28/11/2025). Sebagai contoh, pada Chery J6, penggantian coolant disarankan tiap 2 tahun atau 30.000 Km, atau setiap dua kali perawatan rutin ke bengkel. Chery J6 di Chery Solo “Tujuannya agar proses pendinginan baterai tetap optimal, dan tidak membuat baterai mengalami panas berlebih,” ucap Wahyu. Selain dengan memperhatikan waktu penggantian cairan pendingin, konsumen juga perlu meninggalkan kebiasaan buruk yang dapat memicu baterai overheating. Rasyid, Sales Consultant Chery Solo mengatakan musuh dari baterai pada mobil listrik adalah panas, baik saar digunakan atau saat proses pengisian. SPKLU Center pertama di Jakarta kini resmi beroperasi di Rest Area KM 10 Cibubur “Fast charging (DC), dengan ampere besar, dapat membuat baterai cepat panas, meski di sisi lain butuh waktu pengisian lebih singkat, ini perlu dikurangi agar baterai lebih awet,” ucap Rasyid kepada KOMPAS.com, Kamis (27/11/2025). Selain itu, konsumen juga sebaiknya tidak mengisi daya baterai pada mobil listrik terlalu penuh. Kebiasaan ini kerap terjadi ketika mengecas di rumah. “Misal mengisi di malam hari, biasanya baterai sudah penuh saat ditinggal tidur, pada saat itu baterai akan panas, maka dari itu sebaiknya dihindari,” ucap Rasyid. Selain itu, ketika mobil listrik dipakai dengan kecepatan tinggi dalam durasi lama, peningkatan suhu baterai juga bisa terjadi karena daya listrik terpakai dalam jumlah besar. “Maka dari itu, pemilik mobil listrik harus rajin melakukan perawatan, penggantian coolant dilakukan sesuai waktunya, ini bisa membuat baterai awet karena terhindar dari panas berlebih,” ucap Rasyid. Kesimpulannya, proses kerja baterai pada mobil listrik, baik saat dikendarai atau dicas akan memberikan efek samping panas. Maka dari itu, sistem pendinginnya harus selalu dalam kondisi prima. Salah satunya dengan tidak telat ganti coolant. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang