Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah memberi perhatian khusus pada rencana pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) tingkat Provinsi Jawa Barat. Kehadiran layanan transportasi massal ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk memperkuat konektivitas mobilitas antardaerah. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyatakan, pembahasan mengenai rencana BRT Provinsi ini menjadi salah satu agenda krusial. Konsep utamanya diarahkan untuk merajut jaringan transportasi publik yang lebih terpadu di wilayah aglomerasi. Hubungkan Bogor - Depok Nantinya, rute angkutan massal ini dirancang untuk membentang dari Kabupaten Bogor, melintasi Kota Bogor, hingga menjangkau Kota Depok, serta terintegrasi dengan pengembangan transportasi publik di berbagai kawasan Jawa Barat lainnya. "Rencana BRT ini diharapkan dapat menghubungkan Kabupaten Bogor, Kota Bogor, sampai Depok, di samping wilayah lainnya. Karena itu, koordinasi antardaerah menjadi penting agar perencanaannya dapat berjalan terintegrasi," ujar Dedie pada keterangan resmi, Jumat (9/10/2026). BisKita di Terminal Bubulak, Bogor, Selasa (13/1/2026). Dedie menambahkan, Pemkot Bogor akan terus mengawal dan mengikuti setiap tahapan pembahasan bersama Pemprov Jawa Barat serta jajaran pemerintah daerah terkait. Langkah ini diambil guna memastikan program transportasi lintas wilayah tersebut benar-benar selaras dengan ritme mobilitas dan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Lebih luas, langkah koordinasi lintas wilayah ini tidak hanya berhenti pada urusan transportasi darat. Sinergi ini juga menjadi fondasi krusial dalam upaya membangun ekosistem pelayanan publik yang terintegrasi secara menyeluruh, mencakup sektor kesehatan, pendidikan, perlindungan tenaga kerja, hingga perpajakan. "Bulan November nanti ada beberapa agenda di Kota Bogor, di antaranya peresmian jalan trase baru Saleh Danasasmita, Batutulis dan penutupan Porprov. Agenda tersebut juga akan dirangkai dengan rapat koordinasi untuk membahas rencana program BRT Provinsi,” ujar Dedie.